News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Penanganan Covid

Dorong Anies Lockdown DKI 14 Hari, PKS: Terlambat Ambil Keputusan Bisa Berbahaya

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Suasana di Jalan Intan Baiduri Sumur Batu Kemayoran, Jakarta, yang tengah dilakukan mikro lockdown, Rabu (9/6/2021). Zona merah di DKI Jakarta terus bertambah, sebanyak 25 orang di tiga RT, yaitu RT 1, RT 2, dan RT 8 RW 3, Jalan Intan Baiduri Sumur Batu Kemayoran Jakarta Pusat terpapar Covid-19. Sejak Selasa (8/6/2021) permukiman di tiga RT tersebut dilakukan mikro lockdown. TRIBUNNEWS/HERUDIN

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera mendorong Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk menerapkan kebijakan lockdown di DKI Jakarta. 

Mardani mengatakan dirinya mengusulkan lockdown 2 pekan atau 14 hari dengan berkaca pada kasus di India. 

"Penanganan COVID mesti berbasis sains dan data faktual di lapangan. Dengan tren yang meningkat dan ada contoh kasus India, saya dukung usulan lockdown dua pekan untuk DKI Jakarta," ujar Mardani, ketika dihubungi Tribunnews.com, Selasa (22/6/2021).

Mardani lantas mengingatkan bahwa penarikan rem darurat dinilai tak bakal cukup mengatasi lonjakan kasus Covid-19 di Ibukota. 

Menurutnya, masalah ini memang harus diatasi dengan penghentian mobilitas warga yang dinilai jauhebih efisien. 

Baca juga: Pimpinan Komisi II : Ada Baiknya Opsi Lockdown DKI Selama 14 Hari Dipertimbangkan Anies Baswedan 

"Ini sebenarnya sejak awal sudah diajukan Gubernur DKI waktu 2020. Tidak cukup cuma rem, tapi memang harus menghentikan mobilitas. Jauh lebih efisien dan ekonomis ke depannya jika kita bisa lockdown untuk menghentikan mobilitas selama dua pekan ke depan," jelas Mardani.

Lebih lanjut, anggota Komisi II DPR RI itu mengimbau Anies untuk berani mengambil keputusan secepatnya. Karena jika terlambat mengambil keputusan, dapat berakibat fatal nantinya.

"Terlambat ambil keputusan bisa berbahaya. Ambil keputusan berani untuk mencegah beban tidak terpikul," tandasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini