News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Virus Corona

Pakar Kesehatan: Segera Vaksinasi untuk Antisipasi Penularan Varian Omicron

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Willem Jonata
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi virus corona

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Pakar Kesehatan Elizabeth Jane Soepardi menjelaskan, mutasi varian Omicron diperkirakan menjadi penyebab peningkatan kasus covid-19 secara eksponensial di Afrika Selatan dalam 2 pekan terakhir.

Omicron sangat diantisipasi karena mutasi varian ini mencapai lebih dari 50 pada spike protein lebih dari 30.

Tak hanya di Afrika Selatan, virus ini juga mulai terdeteksi diberbagai belahan dunia lainnya.

Di Belgia misalnya, terdeteksi ada 26 kasus yang berasal dari wisatawan Mesir.

Baca juga: Sandiaga Uno Evaluasi Kunjungan Wisman Guna Cegah Varian Omicron Masuk RI

Baca juga: Punya Nama Sama dengan Varian Omicron, Harga Mata Uang Kripto Ini Ikutan Melonjak

Kasus serupa juga tercatat di Botswana dan Hong-kong yang masing-masing diperkirakan terbawa oleh pelancong dari Afrika Selatan.

Negara-negara lain seperti Australia, Israel, Swiss, Jerman, dan Inggris juga melaporkan, virus ini telah ditemukan di negara mereka masing-masing.

Secara total, hingga 29 November 2021, total kasus varian omicron yang terlaporkan telah mencapai 159 kasus dari 14 negara.

Baca juga: Tak Disarankan untuk Sehari-hari, Pasien yang Terpapar Varian Omicron Disebut Pakai Masker Berkatup

Meski tengah menjadi kekhawatiran global, Jane menjelaskan para peneliti dunia saat ini masih mempelajari varian tersebut.

Artinya, peneliti belum ada yang dapat memastikan seberapa berbahaya virus ini dari sisi tingkat penularan maupun keganasan penyakit yang ditimbulkan dibandingkan dengan varian lain yang sudah ada.

Dia menambahkan, para peneliti juga masih mengkaji lebih jauh terkait efektivitas penerapan protokol kesehatan, seperti menggunakan masker, cuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak dalam mencegah varian tersebut.

Meski begitu, masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan dan pencegahan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang berlaku dan menyegerakan vaksinasi.

Protein lonjakan Omicron dengan mutasi baru terlihat dalam warna merah, biru, emas dan hitam. (Pusat Penelitian Virus di Universitas Glasgow)

"Munculnya varian baru termasuk omicron juga masih dalam penelitian," kata Doktor Bidang Penelitian Pelayanan Kesehatan dari Erasmus University, Belanda ini, Senin (29/11/2021).

Sebelumnya, pemerintah menegaskan akan memperketat pintu masuk ke Indonesia, khususnya dari negara yang telah melaporkan adanya penyebaran varian Omicron. 

Pemerintah juga  memantau kepulangan para Pekerja Migran Indonesia (PMI) saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Diketahui, varian baru virus Corona B.1.1.529 atau varian omicron telah ditemukan di sejumlah negara Afrika dan menjadi perhatian dunia setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengkategorikannya sebagai varian of concern (VoC). 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini