News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Ketua IDI Sebut Langkah Lockdown Wisma Atlet Sudah Tepat

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Malvyandie Haryadi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Petugas kesehatan menggunakan alat pelindung diri saat tiba di pos pemeriksaan IGD Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19, Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (16/9/2020).

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hingga saat ini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mengkonfirmasi dua kasus baru Covid-19 varian Omicron di Indonesia. 

Informasi ini membuat total kasus sejak ditemukan Kamis (16/12/2021) terhitung menjadi tiga. 

Menurut Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Daeng M Faqih ini menjadi lampu kuning bagi Indonesia. 

"Sudah terdeteksi meksipun diberitakan baru datang di lingkungan karantina Wisma Atlet. Langkah cepat dilakukan dengan lebih perketat lagi pintu masuk," ungkapnya pada siaran Radio MNC Trijaya, Sabtu (18/12/2021).

Kemudian di tempat karantina seperti Wisma Atlet, juga mesti dilakukan pengetatan. Sudah semestinya pasien yang dikarantina tidak boleh menularkan ke petugas.

Baca juga: Dua Kasus Baru Omicron Ditemukan di Wisma Atlet, Seluruhnya Perjalanan dari Luar Negeri

"Jadi mohon diketatkan lagi agar pasien tidak menularkan ke petugas. Seluruh yang bekerja dilakukan testing dan treacing. Dilanjut kepada keluarga petugas yang dikarantina," kata Daeng menambahkan.

Sehingga, Indonesia dapat mendapatkan gambaran sejauh mana perkembangan varian Omicron ini. Melakukan lockdown pada Wisma Atlet juga disebut Daeng tindakan yang benar.

"Sebaiknya begitu, tempat karantina harus terpisah dengan dunia luar, dengan masyarakat luar. Jangan sampai karantina itu menular ketempat lain," pungkasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini