News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Virus Corona

Kasus Transmisi Lokal Omicron Diprediksi Bertambah, Pakar: Rumah Sakit Harus Bersiap

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Willem Jonata
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi Covid-19 varian Omicron.

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengumumkan secara resmi temuan kasus transmisi lokal Omicron di Jakarta.

Merespons hal itu, mantan Mantan petinggi WHO Asia Tenggara Prof Tjandra Yoga Aditama mengatakan, ada sejumlah hal yang harus menjadi perhatian pemerintah atas temuan itu.

Ia mengatakan, kegiatan tes dan telusur harus dilakukan maksimal, seperti pada Juni dan Juli 2021 yang lalu.

Penggunaan aplikasi Peduli Lindungi untuk telusur atau tracing  seperti di luar negeri juga harus dilakukan.

Baca juga: Epidemiolog UI: Nggak Usah Khawatirkan Omicron!

"Sekarang sudah resmi adanya penularan lokal di masyarakat, dan ini harus dibatasi sedapat mungkin, jangan makin menyebar luas," kata dia dalam keterangannya, Selasa (28/12/2021).

Menurutnya, jika nanti kasus varian Omicron terus bertambah maka kesiapan fasilitas kesehatan harus dipergiat sejak sekarang.

Mulai dari pelayanan kesehatan primer seperti Puskesmas sampai ke RS rujukan tertinggi, dalam bentuk tenaga kesehatan, ruang rawat, obat, oksigen, alat kesehatan, sistem informasi serta sistem rujukan.

"Untuk masyarakat luas, 3M dan 5M harus diberlakukan dengan ketat, apalagi dalam masa akhir tahun seperti sekarang ini," ungkap guru besar FKUI ini.

Jika ada kecurigaan kontak maka segera memeriksakan diri, jangan takut ketahuan positif.

Untuk yang positif maka beritahu semua orang yang pernah kontak dalam beberapa hari terakhir agar mereka memeriksakan diri pula. Lalu, untuk mereka yang belum diimunisasi lengkap maka segeralah divaksin.

Dikhawatirkan Telah Meluas di Komunitas Lokal
 
Spesialis paru ini mengatakan, sebelum kasus transmisi lokal ini diumumkan sudah diberitakan ada dua petugas Wisma Atlet yang tertular dari pasien.

Jadi memang sudah terjadi penularan pada mereka yang tidak pergi ke luar negeri, dan bahkan terjadi di Wisma Atlet yang tentunya pengawasan lebih terjaga.

"Tentu bisa kita bayangkan bagaimana kemungkinan penularan di masyarakat luas. Di tambah lagi ada berita seorang pasien dengan varian Omicron yang ternyata luput dari karantina," kata dia.

Lebih jauh, Tjandra menuturkan mungkin saja sudah ada pengunjung dari negara terjangkit yang masuk ke Indonesia antara 9 dan 29 November, dimana pada waktu karantina saat itu hanya 3 hari.

"Kalau mereka waktu itu memang membawa Omicron maka mungkin belum terdeteksi, dan memang mungkin saja menular di kontak sekitarnya. Mudah-mudahan saja semua sudah diperiksa dan memang tidak ada penularan," harap Direktur Pasca Sarjana Universitas Yarsi ini.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini