News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Virus Corona

Pakar Epidemiologi: Indonesia Terlambat Tangani Kasus Varian Omicron, Tapi Masih Ada Peluang

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Wahyu Aji
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ahli Epidemiologi Indonesia dan Peneliti Pandemi dari Griffith University, Dicky Budiman.

Laporan Wartawan Tribunnews.com Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Saat ini, untuk membendung membeludaknya kasus varian Omicron Indonesia dapat dikatakan sudah dalam kategori telat. 

Hal ini diungkapkan oleh Pakar Epidemiologi Griffith University, Dicky Budiman Indonesia.

Menurutnya, secara angka psikologis dan epidemiologi, untuk bisa mengendalikan kasus adalah dengan testing, tracing dan treatment (3T) pada 200 kasus.

"Di atas 200 kasus negara give up. Gak bisa kombinasi dengan teknologi, sudah tidak terkejar. Apa lagi omicron yang double time bisa 2-3 hari dan juga kecepatan 2 kali dari pada Delta," ungkap Dicky pada Tribunnews, Kamis (20/1/2022).

Virus SARS-CoV-2 varian Omicron ini tidak hanya menginfeksi mereka yang belum melakukan vaksin Covid-19.

Tapi juga pada orang-orang yang sudah divaksin.

Sehingga bisa dikatakan tidak ada negara yang bisa berpacu dengan Covid-19.

Namun, menurut Dicky masih ada yang dapat dilakukan Indonesia walau pun saat ini dalam kategori telat.

Baca juga: Dua Agenda G20 di Bali Dipindahkan ke Jakarta karena Omicron

"Tapi masih ada peluang. Ada cara untuk meminimalisir dampak yang terjadi seperti di Australia, Amerika dengan kasus angka kematian hunian rumah sakit yang tinggi," kata Dicky lagi. 

Saat ini kasus varian Omicron di Indonesia masih mewabah pada orang-orang muda yang memiliki imunitas Baik karena vaksin maupun infeksi. Atau infeksi dan vaksinasi, yang tidak terdeteksi.

"Sehingga memberikan kita sedikit waktu. Kita harus loncat mengambil jalan pintas melindungi kelompok rawan yaitu lansia, anak belum bisa divaksin dan komorbid. Langsung diberi vaksin Covid-19 atau booster," pungkasnya.

Baca juga: 5 Orang Satu Keluarga Diduga Terpapar Omicron, Begini Tanggapan Kepala Dinkes Balikpapan

Upaya ini, tidak hanya dengan vaksin Covid-19 atau booster saja. Tapi juga dengan penguatan 3T, protokol kesehatan dan pengendalian pintu masuk. 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini