Dari Hobi Jadi Profesi, Esports Kian Diterima Anak Muda Indonesia
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Industri gim dan olahraga elektronik (esports) semakin menunjukkan perannya sebagai salah satu sektor ekonomi kreatif yang mampu membuka peluang kerja baru bagi generasi muda Indonesia.
Tidak lagi sebatas arena kompetisi bagi pemain profesional, ekosistem esports kini berkembang menjadi ruang yang menampung berbagai profesi dan aktivitas kreatif.
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, mengatakan pertumbuhan ekonomi kreatif saat ini banyak ditopang oleh anak muda yang mencari ruang berkarya sesuai minat, bakat, dan kreativitas mereka.
Baca juga: Jaring Talenta Berbakat, 100 Sekolah di Surabaya Sudah Jadikan Esport Kegiatan Ekstrakurikuler
Menurutnya, perkembangan subsektor gim telah melahirkan ekosistem yang luas, mulai dari pemain, penyiar pertandingan (caster), komunitas, penyelenggara acara, media, kreator konten, hingga pengembang gim.
“Keseluruhan ekosistem mulai dari gamers, casters, komunitas, event organizer, media, hingga profesi baru di subsektor gim membuka lapangan kerja dan ruang tumbuh bagi generasi muda Indonesia,” kata Teuku Riefky, Senin (8/6/2026).
Ia menegaskan bahwa pemerintah terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak agar industri gim dan esports nasional berkembang lebih profesional dan mampu bersaing di tingkat internasional.
Karena itu, subsektor gim ditetapkan sebagai salah satu prioritas dalam pengembangan ekonomi kreatif nasional.
Bangun Ekosistem, Bukan Hanya Atlet
Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kerja sama antara Kementerian Ekraf dan Indonesia Esports Association (IESPA).
Kedua pihak telah menandatangani nota kesepahaman untuk memperkuat arah pengembangan ekosistem esports Indonesia dalam jangka panjang.
Kerja sama ini diharapkan mampu menyelaraskan pengembangan talenta digital, menciptakan nilai ekonomi baru, serta memperluas ruang inovasi bagi pelaku industri gim dan esports.
Ketua Umum IESPA, Ibnu Sulistyo Riza Pradipto, menilai pengembangan esports tidak cukup hanya berfokus pada pembinaan atlet atau pemain profesional.
Menurutnya, seluruh rantai ekosistem perlu diperkuat agar industri dapat tumbuh secara berkelanjutan.
“IESPA tidak hanya fokus pada pembinaan atlet atau pro player, tetapi juga membangun seluruh rantai ekosistem esports. Dengan kolaborasi yang semakin kuat, kami optimistis esports Indonesia mampu melangkah lebih jauh dan memiliki daya saing di tingkat regional maupun global,” ujarnya.
Generasi Muda Jadi Motor Pertumbuhan
Potensi esports sebagai jalur karier juga tercermin dalam hasil PRO Series Survey, studi global yang melibatkan 18.000 responden di 12 negara.
Survei tersebut menunjukkan bahwa 54 persen responden menganggap profesi gamer profesional sebagai karier yang sah.
Baca tanpa iklan