TRIBUNNEWS.COM, MANADO -- Komisi Pemberantasan Korupsi akan mempelajari
bukti rekaman rapat antara Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulut, KPU
Kabupaten dan Kota, serta Anggota KPU I Gusti Putu Arta dengan Gubernur
SH Sarundajang. Bukti rekaman tersebut diterima dan didengarkan Wakil
Ketua KPK Bibit Samad Riyanto.
Bibit mengatakankan, setelah mempelajari rekaman yang disebut berisi
upaya rekayasa waktu pelaksanaan pemilukada di Sulut itu, KPK akan
mengidentifikasi apakah hal itu termasuk pelanggaran atau tidak. Jika
pun ada unsur pelanggaran maka akan ditentukan apakah termasuk
pelanggaran administratif atau koruptif.
"Sepanjang indikasi korupsinya kuat, kita akan masuk," ujar Bibit
menanggapi pertanyaan atas rekaman tersebut usai memberi pembekalan
kepada personel Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kepala Daerah Regional
III di Hotel Novotel Manado, Minggu (2/5/2010).
Ia menambahkan, KPK tidak akan bertindak jika indikasi pelanggaran
tersebut sudah didahului oleh polisi atau kejaksaan. Namun, ia mendorong
agar lembaga pengawas berani bertindak jika menemukan indikasi koruptif
pada tahapan pemilukada. "Jika macet dan macetnya di mana, mereka bisa
meminta bantuan KPK," katanya.
Sementara itu, Koordinator Divisi Korupsi Indonesian Corruption Watch
(ICW) Fahmi Badoh mengungkapkan, tekanan eksekutif terhadap
penyelenggara merupakan kooptasi terhadap penyelenggara. Kooptasi
tersebut akan memengaruhi independensi penyelenggara. "Mempengaruhi
penyelenggara merupakan tindakan yang sangat efektif sekaligus
berbahaya; lebih berbahaya daripada politik uang. Itu yang harus
dikoreksi," ujar Fahmi.
Adapun Ketua Bawaslu Nur Hidayat Sardini mengatakan, rekaman tersebut
sudah ia peroleh dan telah ia delegasikan kepada Panwaslukada Sulut
untuk mendalaminya. Ia enggan menyebut hal-hal apa saja yang mencolok
dari pembicaraan tersebut. Meski begitu, ia telah memerintahkan
Panwaslukada Sulut membuat transkrip pembicaraan dan mempelajarinya.
(*)
TRIBUN MANADO: MAXIMUS GENEVA/FERNANDO LUMOWA
Rekaman Kontroversial Pilkada Sulut
KPK Pelajari Rekaman Kontroversial di Manado
Editor: Tjatur Wisanggeni
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan