News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Sonny Pudjisasono: Partai Buruh tak Persoalkan PT

Penulis: Toni Bramantoro
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Sonny Pudjisasono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Partai Buruh tidak akan mempersoalkan besaran "parliamentary threshold" (PT) untuk Pemilihan Umum 2014, namun lebih menekankan pentingnya ada upaya untuk menghindari terjadinya suara sah yang hangus.

"Mau lima persen tidak masalah, tapi jangan sampai menghilangkan suara rakyat," kata Ketua Umum Partai Buruh Sonny Pudjisasono di sela-sela Rapat Konsolidasi Nasional Partai Buruh di Hotel Grand Sahid Jaya.

Sonny Pudjisasono mengatakan, mengingat pemilu adalah ajang untuk mengakomodasi aspirasi rakyat, maka suara rakyat harus tertampung.

"Caleg yang memenuhi perolehan kursi tetapi partainya tak mencapai PT harus bisa gabung dengan partai yang mencapai PT," kata Sonny Pudjisasono.

Partai Buruh sendiri tidak lolos PT pada Pemilu 2009 yang saat itu dipatok 2,5 persen.

Namun, Sonny Pudjisasono optimistis partainya bisa tampil lebih baik pada pemilu mendatang karena telah membangun infrastruktur kepartaian yang lebih baik serta mengubah strategi perjuangan.

"Partai Buruh saat ini adalah partai terbuka yang siap dan sudah menampung kader dari berbagai kalangan," kata Sonny Pudjisasono.

Menurut Sonny Pudjisasono, partainya kini juga menggalakkan upaya pencapaian jumlah kartu tanda anggota sebanyak mungkin.

"Meski tidak menjamin bahwa suara yang kita peroleh akan sama dengan jumlah KTA yang ada, setidaknya bisa menjadi patokan," tutur Sonny Pudjisasono.

Partai Buruh, lanjut Sonny, juga berkomitmen untuk menjadi pelopor gerakan pemilu bersih. Untuk itu pihaknya akan mengawal proses pemilu, termasuk proses pembuatan undang-undang terkait pemilu dan penyelenggara pemilu.

"Pemilu bersih dimulai dari aturan. Kalau aturannya sudah tidak baik, sulit diharapkan adanya pemilu yang bersih," ujar Sonny.

Gerakan pemilu bersih dilandasi keprihatinan terhadap pelaksanaan Pemilu 2009 yang carut marut dan menghasilkan sejumlah persoalan.

"Pemilu 2009 merupakan pemilu terburuk, penyelenggaraannya carut marut. Persoalan mulai DPT, pembagian kursi, bahkan kini terungkap ada dugaan pemalsuan surat oleh KPU," urai Sonny Pudjisasono.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini