Ringkasan Berita:
- Raut haru jemaah kloter perdana haji 2026, koper berjejer rapi, doa terlantun di ruang tunggu.
- Penantian panjang bertahun-tahun akhirnya terjawab, 391 jemaah embarkasi Banten siap berangkat ke Tanah Suci.
- Pejabat negara hadir melepas keberangkatan, suasana penuh syukur dan doa mengiringi langkah menuju Baitullah.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Keberangkatan kelompok terbang (kloter) pertama ibadah haji Indonesia tahun 1447 H/2026 M asal embarkasi Banten dilangsungkan Rabu (22/4/2026).
Raut haru dan harap menyelimuti ruang tunggu Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, yang dipenuhi 391 jemaah kloter pertama.
Suasana Ruang Tunggu
Di sudut ruang tunggu, koper-koper berjejer rapi, dibalut pelindung berwarna putih, merah, dan biru, serta dilengkapi stiker data diri yang menjadi penanda perjalanan panjang ibadah haji akan segera dimulai.
Para jemaah duduk berbaris di kursi yang tersedia, mengenakan kemeja biru muda seragam dengan syal kuning melingkar di leher.
Pesawat dijadwalkan berangkat pukul 18.55 WIB menuju Bandara Prince Mohammad bin Abdulaziz di Madinah, Arab Saudi.
Beberapa jemaah terlihat berbincang, mengisi perut dengan nasi kotak, dan berdoa menjelang keberangkatan.
Acara pelepasan kloter pertama ini dihadiri sejumlah pejabat negara, di antaranya Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dan Cucun Syamsurijal, Ketua Komisi VIII Marwan Dasopang, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto, Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi, Wakil Menteri Haji Dahnil Anzar Simanjuntak, Penasihat Presiden Bidang Haji Muhadjir Effendy, dan Gubernur Banten Andra Soni.
Baca juga: Menhaj: Pemerintah Jamin Keamanan Jemaah Indonesia di Tengah Konflik Timur Tengah
Pesan & Doa Jemaah
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf mengatakan perjalanan haji ini telah lama dinanti oleh sebagian jemaah, yang harus menanti bertahun-tahun.
Irfan mengakui merasakan suasana haru dan rasa syukur memenuhi ruangan.
“Bagi Bapak Ibu sekalian, ini adalah hari yang telah lama ditunggu-tunggu. Ada yang menanti bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun. Ada doa yang tak pernah terputus, ada harapan yang terus dijaga dalam diam hingga akhirnya hari tiba, hari ketika langkah pertama menuju Baitullah benar-benar dimulai,” kata Irfan.
Irfan mendoakan para jemaah dikuatkan dalam perjalanan berangkat, selama pelaksanaan ibadah, hingga kembali lagi ke tanah air.
“Perjalanan ini bukan perjalanan fisik, tetapi perjalanan jiwa, perjalanan menuju titik paling khusyuk dalam hidup seorang muslim,” katanya.
Baca tanpa iklan