News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Ibadah Haji 2026

Kenali 6 Rukun Haji yang Wajib Dipenuhi agar Ibadah Sah dan Mabrur

Penulis: Farrah Putri Affifah
Editor: Suci BangunDS
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

IBADAH HAJI - Suasana Masjidil Haram di kota Makkah Arab Saudi Jumat (9/5/2025). Agar ibadah ini sah dan diterima, haji memiliki aturan pokok yang disebut rukun haji. 

Ringkasan Berita:

  • Ibadah haji adalah kewajiban bagi Muslim yang mampu, dilaksanakan di waktu dan tempat tertentu dengan tata cara yang telah ditetapkan dalam syariat.
  • Rukun haji terdiri dari enam bagian utama, ihram, wukuf di Arafah, tawaf ifadah, sa’i, tahallul, dan tertib—yang wajib dilakukan secara berurutan dan tidak bisa digantikan.
  • Memahami dan menjalankan seluruh rukun haji dengan benar menjadi kunci agar ibadah sah serta meraih haji yang mabrur.

TRIBUNNEWS.COM - Ibadah haji merupakan salah satu rukun Islam yang kelima dan menjadi kewajiban bagi setiap Muslim yang telah memenuhi syarat, yaitu mampu secara fisik, finansial, serta keamanan perjalanan. 

Haji dilakukan dengan cara mengunjungi Baitullah (Ka’bah) di Makkah untuk melaksanakan rangkaian ibadah tertentu pada waktu yang telah ditentukan, yaitu pada bulan Syawal, Dzulqaidah, dan puncaknya di bulan Dzulhijjah, khususnya tanggal 8–13 Dzulhijjah. 

Karena pelaksanaannya yang tidak sederhana, ibadah ini hanya diwajibkan sekali seumur hidup bagi yang mampu.

Secara istilah, haji adalah perjalanan menuju Ka’bah untuk menjalankan ritual ibadah tertentu sesuai tuntunan syariat Islam. 

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), haji diartikan sebagai ziarah ke Ka’bah pada bulan Dzulhijjah dengan melakukan amalan seperti ihram, tawaf, sa’i, dan wukuf di Arafah. 

Sementara secara bahasa, kata “haji” berasal dari bahasa Arab al-hajj yang berarti “menyengaja”, yakni menyengaja datang ke Baitullah untuk beribadah kepada Allah SWT. 

Mengutip dari baznas.go.id, kewajiban haji sendiri ditegaskan dalam Surah Ali Imran ayat 97, bahwa haji wajib bagi orang yang mampu melaksanakannya.

Dalam pelaksanaannya, haji memiliki syarat wajib seperti Islam, baligh, berakal, merdeka, serta mampu secara lahir dan batin.

Karena hanya bisa dilakukan pada waktu tertentu dalam kalender hijriah, yaitu bulan Syawal, Dzulqaidah, dan Dzulhijjah, maka setiap calon jamaah perlu persiapan matang sebelum berangkat ke Tanah Suci.

Agar ibadah ini sah dan diterima, haji memiliki aturan pokok yang disebut rukun haji. 

Rukun haji adalah rangkaian ibadah yang wajib dilakukan secara berurutan dan tidak dapat diganti dengan denda apabila ditinggalkan. 

Baca juga: 8 Hal yang Dilarang Dilakukan Saat di Masjidil Haram, Berikut Etika yang Harus Dipatuhi Jemaah Haji

Dalam mazhab Syafi’iyah, rukun haji terdiri dari enam bagian utama, yaitu ihram, wukuf di Arafah, tawaf ifadah, sa’i, tahallul, dan tertib. Keenam rukun inilah yang menjadi fondasi sahnya ibadah haji dan penentu kesempurnaan ibadah seorang Muslim.

6 Rukun Haji yang Wajib Dipenuhi

1. Ihram: Gerbang Memasuki Ibadah Haji

Ihram adalah niat memulai ibadah haji yang dilakukan di miqat (batas tempat dan waktu yang telah ditentukan). 

Niat ini menjadi tanda resmi seseorang memasuki rangkaian ibadah haji.

Ihram tidak hanya soal niat di dalam hati, tetapi juga disunnahkan untuk dilafalkan.

Misalnya: “Labbaik Allahumma Hajjan”. 

Setelah ihram, jamaah memasuki kondisi khusus yang disebut keadaan ihram, yaitu kondisi suci secara spiritual dengan sejumlah larangan yang harus dijaga.

Larangan ihram antara lain:

  • Memotong rambut dan kuku
  • Menggunakan wewangian
  • Berburu atau membunuh hewan darat
  • Melakukan hubungan suami istri
  • Memakai pakaian tertentu (bagi laki-laki seperti pakaian berjahit yang membentuk tubuh)

Ihram menjadi sangat penting karena tanpa niat ini, seluruh rangkaian haji tidak dianggap dimulai.

Dalam praktiknya, terdapat tiga jenis haji (tamattu’, ifrad, dan qiran), yang memengaruhi jumlah ihram yang dilakukan, tetapi semua tetap wajib dimulai dengan ihram. 

2. Wukuf di Arafah: Puncak Ibadah Haji

Wukuf adalah berdiam diri di Padang Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah, mulai dari waktu Zuhur hingga terbit fajar 10 Dzulhijjah. 

Rukun ini merupakan inti dari seluruh ibadah haji.

Rasulullah SAW bersabda: “Haji itu adalah Arafah.” 

Artinya, siapa yang tidak melaksanakan wukuf, maka hajinya tidak sah meskipun semua rangkaian lainnya telah dilakukan.

Saat wukuf, jamaah dianjurkan:

  • Memperbanyak doa dan istighfar
  • Berdzikir dan membaca Al-Qur’an
  • Introspeksi diri (muhasabah)
  • Memohon ampunan dan rahmat Allah SWT

Meskipun secara fisik hanya “berdiam diri”, wukuf adalah momen paling spiritual dalam haji. 

Banyak ulama menyebut Arafah sebagai “hari pengampunan terbesar”.

Bagi jamaah yang sakit atau lemah, wukuf tetap sah selama mereka berada di wilayah Arafah dalam waktu yang ditentukan, meskipun dengan bantuan kendaraan atau kursi roda.

3. Tawaf Ifadah: Mengelilingi Ka’bah dengan Penuh Kepatuhan

Tawaf ifadah adalah mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh putaran setelah kembali dari Arafah dan Muzdalifah. 

Ini merupakan salah satu rukun yang sangat penting dan tidak boleh ditinggalkan.

Tata cara tawaf:

  • Dimulai dari Hajar Aswad
  • Ka’bah berada di sebelah kiri jamaah
  • Dilakukan tujuh putaran penuh tanpa terputus
  • Diakhiri kembali di Hajar Aswad

Syarat tawaf:

  • Suci dari hadas besar dan kecil
  • Menutup aurat
  • Dilakukan di dalam Masjidil Haram

Tawaf ifadah melambangkan ketundukan total manusia kepada Allah SWT. 

Setiap putaran adalah simbol penghambaan yang mengelilingi pusat tauhid.

Jamaah dianjurkan memperbanyak doa, dzikir, dan jika memungkinkan menyentuh atau mencium Hajar Aswad sebagai sunnah.

Tawaf ini memiliki konsekuensi hukum penting: sebelum melakukannya, jamaah belum sempurna keluar dari sebagian larangan ihram.

4. Sa’i: Menghidupkan Jejak Perjuangan Siti Hajar

Sa’i adalah berjalan bolak-balik antara Bukit Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali. 

Rukun ini mengingatkan pada perjuangan Siti Hajar, istri Nabi Ibrahim AS, yang berlari mencari air untuk putranya, Nabi Ismail AS.

Tata cara sa’i:

  • Dimulai dari Shafa dan berakhir di Marwah
  • Shafa → Marwah dihitung satu kali
  • Marwah → Shafa dihitung satu kali
  • Dilakukan hingga tujuh kali perjalanan
  • Sa’i harus dilakukan setelah tawaf. 

Jamaah dianjurkan berjalan kaki, tetapi bagi yang tidak mampu boleh menggunakan kursi roda atau bantuan petugas.

Makna sa’i sangat dalam:

  • Simbol usaha manusia yang tidak boleh berhenti
  • Mengajarkan tawakal setelah ikhtiar maksimal
  • Mengingatkan bahwa pertolongan Allah datang setelah kesabaran

Kesalahan dalam jumlah atau urutan sa’i membuat ibadah ini tidak sah, sehingga ketelitian sangat diperlukan.

5. Tahallul: Tanda Kembali ke Keadaan Normal

Tahallul adalah mencukur atau memotong rambut sebagai tanda keluarnya jamaah dari keadaan ihram. 

Ini adalah simbol penyucian diri setelah menjalani rangkaian ibadah yang panjang.

Ketentuan tahallul:

  • Laki-laki: dianjurkan mencukur habis rambut (halq), atau memotong sebagian (taqsir)
  • Perempuan: cukup memotong ujung rambut sekitar satu ruas jari

Tahallul dilakukan setelah sebagian rangkaian haji selesai, dan menjadi tanda bahwa sebagian larangan ihram telah dicabut.

Tahallul memiliki makna spiritual:

  • Simbol kebersihan diri
  • Tanda pembaruan spiritual
  • Lambang ketaatan setelah menjalani ujian ibadah

Namun, tahallul belum sempurna tanpa tawaf ifadah dan sa’i bagi sebagian rangkaian haji.

6. Tertib: Menjalankan Rukun Sesuai Urutan

Tertib berarti melaksanakan rukun haji sesuai urutan yang telah ditetapkan syariat. Urutan ini tidak boleh dibalik atau diubah karena setiap rukun saling berkaitan.

Urutan umumnya:

  • Ihram
  • Wukuf di Arafah
  • Tawaf Ifadah
  • Sa’i
  • Tahallul

Tertib menunjukkan bahwa ibadah haji bukan sekadar ritual, tetapi sistem ibadah yang terstruktur. Mengabaikan urutan dapat memengaruhi keabsahan ibadah.

(Tribunnews.com/Farra)

Artikel Lain Terkait Rukun Haji

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini