News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Ibadah Haji 2026

Menhaj Ingatkan Petugas Haji Sabar Hadapi Jemaah: Jangan Bersikap Kasar dan Meremehkan Jemaah

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Dewi Agustina
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

LEPAS PETUGAS HAJI - Menteri Haji dan Umrah RI Irfan Yusuf atau Gus Irfan saat melepas Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daerah Kerja (Daker) Makkah di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Kamis (23/4/2026). Gus Irfan mengingatkan agar petugas haji tidak boleh bersikap kasar dan meremehkan para jemaah.

Ringkasan Berita:

  • Menteri Haji dan Umrah RI Irfan Yusuf atau Gus Irfan menekankan pentingnya etika dan kesabaran petugas dalam melayani jemaah haji Indonesia.
  • Gus Irfan menegaskan petugas haji tidak boleh bersikap kasar dan meremehkan para jemaah.
  • Gus Irfan meminta petugas PPIH tidak menyakiti perasaan para jemaah haji
 


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Haji dan Umrah RI Irfan Yusuf atau Gus Irfan menekankan pentingnya etika dan kesabaran petugas dalam melayani jemaah haji Indonesia. 

Gus Irfan menegaskan petugas haji tidak boleh bersikap kasar dan meremehkan para jemaah. 

Baca juga: 7 Alat Pelindung Diri bagi Jemaah Haji yang Wajib Dibawa ke Tanah Suci

"Layani jemaah dengan ramah, sabar, santun, dan penuh empati. Hindari ucapan kasar, nada tinggi, sikap meremehkan, atau tindakan yang menimbulkan luka batin bagi jemaah," kata Gus Irfan. 

Hal itu disampaikan Gus Irfan saat melepas keberangkatan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daerah Kerja Makkah di Asrama Haji Pondok Gede, Kamis (23/4/2026).

Gus Irfan meminta petugas PPIH tidak menyakiti perasaan para jemaah haji. 

 

 

"Mungkin jemaah diam, tidak akan berkomentar, tapi jangan sampai mereka merasa tersakiti hatinya. Mungkin mereka segan, mereka takut untuk menyampaikan uneg-unegnya," kata Gus Irfan.

Selain itu, menurut Gus Irfan, para petugas haji harus memahami cara menghadapi karakter jemaah yang beraneka ragam.

Menurutnya, keragaman jemaah terlihat dari usia, latar belakang budaya, hingga tingkat pendidikan.

"Aneka ragam usia, aneka ragam kultur kebudayaan, aneka ragam pendidikan. Perlu saya ingatkan, data terakhir jemaah kita mayoritas lulusan SD, sekitar 50 sekian persen. Itulah yang harus kalian hadapi. Tentu berbeda menghadapi jemaah yang lulusan SD dengan sarjana, tapi kalian tidak bisa membeda-bedakan itu," jelasnya. 

Gus Irfan juga menyoroti pengalaman sebagian jemaah yang baru pertama kali bepergian ke luar negeri.

Pelayanan terhadap jemaah, kata Gus Irfan, harus penuh dengan kesabaran. 

"Semua harus dilayani dengan sebaik-baiknya, terutama mereka yang mungkin baru pertama kali ke luar negeri, baru pertama kali megang yang namanya paspor, baru yang pertama kali namanya masuk ke lift itu baru pertama itu juga, kalian semua harus sabar," tutur Gus Irfan.

Pada tahun ini, mayoritas jemaah haji Indonesia juga kembali didominasi oleh lansia. 

Sehingga, menurut Gus Irfan, pada petugas harus dapat memberikan pelayanan yang terbaik.

"Belum lagi mereka yang mayoritas sepuh-sepuh, perlu perhatian khusus dari kalian para petugas. Tentu melayani yang sepuh-sepuh ini bukan cuma kewajiban dari petugas yang melayani lansia, semua juga wajib melayani," pungkasnya.

Pada tahun 2026 ini, Indonesia mendapatkan kuota haji sebanyak 221.000 jemaah.

Berdasarkan data aplikasi Nusuk Masar, kuota tersebut terdiri atas 203.320 jemaah haji reguler (92 persen) dan 17.680 jemaah haji khusus (8 persen).

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini