Ringkasan Berita:
- Jemaah haji Indonesia mulai bergerak dari Madinah menuju Makkah sejak hari Kamis (30/4/2026) kemarin.
- Tahap ini menandai dimulainya rangkaian ibadah lanjutan menuju puncak haji.
- Seluruh jemaah untuk menjaga kondisi kesehatan.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Haji dan Umrah mengungkapkan jemaah haji Indonesia mulai bergerak dari Madinah menuju Makkah sejak hari Kamis (30/4/2026) kemarin.
Tahap ini menandai dimulainya rangkaian ibadah lanjutan menuju puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Baca juga: Pelaku Haji Ilegal Terancam Hukuman Berat, Denda hingga Ratusan Juta dan Deportasi
"Dimulai pergerakan jemaah haji dari Madinah ke Mekkah untuk selanjutnya jemaah melakukan ibadah hingga masa puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina," kata Juru Bicara Kemenhaj, Suci Annisa, dalam konferensi pers virtual, Kamis (30/4/2026).
Dirinya mengungkapkan masa operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah telah memasuki hari ke-10.
"Secara umum, proses pemberangkatan dan kedatangan jemaah berjalan lancar, tertib, dan terlayani dengan baik," ujar Suci.
Baca juga: Doa Mabit di Mina agar Meraih Keberkahan Saat Ibadah Haji
Suci memastikan seluruh proses pergerakan jemaah akan dilakukan secara terkoordinasi dengan memperhatikan aspek keselamatan, kenyamanan, serta kesiapan layanan di setiap titik.
Dirinya juga mengimbau seluruh jemaah untuk menjaga kondisi kesehatan.
Jemaah, kata Suci, harus mengikuti arahan petugas selama proses perjalanan menuju Mekkah hingga pelaksanaan puncak ibadah haji.
"Kami mengimbau jemaah untuk mengatur ritme ibadah secara bijak dan menyesuaikan dengan kondisi fisik masing-masing," katanya.
Berdasarkan data hingga 29 April 2026, sebanyak 138 kelompok terbang (kloter) dengan total 54.604 jemaah telah diberangkatkan ke Tanah Suci.
Sementara itu, 132 kloter dengan 52.343 jemaah telah tiba di Madinah dan secara bertahap menempati hotel yang telah disiapkan.
Baca tanpa iklan