Ringkasan berita
- Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaff, mengingatkan jemaah haji lansia, penyandang disabilitas, dan jemaah berisiko tinggi agar segera melapor kepada petugas jika mengalami gangguan kesehatan selama di Arab Saudi.
- Ia meminta jemaah rutin berkoordinasi dengan ketua regu, petugas kesehatan, maupun petugas sektor, tanpa menunggu kondisi memburuk.
- Hingga kini, sebanyak 146.622 jemaah dan 1.535 petugas telah diberangkatkan ke Arab Saudi.
- Pemerintah juga mengimbau jemaah menjaga stamina dengan cukup istirahat, makan teratur, dan membatasi aktivitas di luar hotel saat cuaca panas.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), Maria Assegaff, mengingatkan jemaah haji lanjut usia (lansia), penyandang disabilitas, serta jemaah dengan penyakit penyerta atau risiko kesehatan tinggi untuk memperhatikan kondisi kesehatan.
Dirinya meminta para lansia untuk tidak menunda melapor kepada petugas jika mengalami gangguan kesehatan selama menjalankan ibadah haji di Arab Saudi.
Maria meminta kelompok jemaah rentan tersebut selalu berkoordinasi dengan ketua regu, ketua rombongan, petugas kesehatan, maupun petugas sektor.
"Khusus bagi jemaah lansia, disabilitas, serta jemaah yang memiliki penyakit penyerta atau berisiko tinggi, kami mengingatkan agar selalu berkoordinasi dengan ketua regu, ketua rombongan, baik itu petugas kesehatan maupun juga petugas sektor," kata Maria dalam konferensi pers virtual, Rabu (13/5/2026),
Dirinya menegaskan jemaah tidak perlu menunggu kondisi tubuh memburuk untuk meminta bantuan.
Menurutnya laporan cepat sangat penting agar penanganan kesehatan bisa segera dilakukan sebelum kondisi menjadi lebih serius.
"Jangan menunggu sampai kemudian kondisi memburuk, segera laporkan jika ada kendala-kendala kesehatan yang dialami," ujarnya.
Maria menjelaskan sejumlah gejala seperti tubuh mulai lemah, pusing, sesak napas, demam, maupun keluhan kesehatan lainnya harus segera disampaikan kepada petugas terdekat.
Pemerintah Indonesia, kata Maria, terus mengingatkan jemaah menjaga kondisi fisik menjelang fase puncak ibadah haji yang membutuhkan kesiapan fisik, mental, dan spiritual secara optimal.
"Kami mengimbau jemaah untuk tidak memaksakan diri beraktivitas di luar hotel, terutama pada saat siang hari," tutur Maria.
Selain itu, Maria meminta jemaah memprioritaskan ibadah wajib, memperbanyak istirahat, makan secara teratur serta membatasi aktivitas untuk menjaga stamina selama berada di Tanah Suci.
Kondisi saat ini jemaah haji
- Hingga saat ini sebanyak 379 kelompok terbang (kloter) dengan 146.622 jemaah dan 1.535 petugas telah diberangkatkan ke Arab Saudi.
- Sementara sebanyak 312 kloter dengan 120.507 jemaah dan 1.248 petugas telah tiba di Makkah.
- Adapun jemaah haji gelombang kedua yang tiba melalui Bandara King Abdulaziz International Airport Jeddah tercatat sebanyak 103 kloter dengan 39.388 jemaah dan 413 petugas.
- Selain itu sebanyak 7.146 jemaah haji khusus juga telah tiba di Arab Saudi dan mulai menjalani rangkaian ibadah sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
- Hingga 11 Mei 2026, jumlah jemaah haji Indonesia yang meninggal dunia di Arab Saudi tercatat sebanyak 24 orang.
- Puncak haji akan berlangsung pada 26 Mei 2026 di Arafah dan seluruh jemaah dijadwalkan kembali ke Indonesia paling lambat 1 Juli 2026.
Baca tanpa iklan