Ringkasan Berita:
- Jemaah haji asal Jakarta-Banten menikmati makan bersama bernuansa hangat di hotel kawasan Aziziyah.
- Menu bercita rasa Nusantara disebut membantu mengobati kerinduan jemaah terhadap masakan Indonesia.
- Kemenhaj memastikan distribusi konsumsi jemaah haji berjalan lancar tanpa keluhan berarti.
Laporan langsung wartawan Tribunnews.com dan Media Center Haji dari Arab Saudi, Sri Juliati
TRIBUNNEWS.COM - Suasana hangat penuh kebersamaan tampak di salah satu kamar Hotel Al-Hidayah, kawasan Aziziyah, Kota Makkah, Minggu (17/5/2026).
Lima jemaah haji perempuan asal embarkasi Jakarta-Banten (JKB) menikmati makan siang bersama dengan lesehan di lantai kamar mereka.
Momen itu bermula saat Yuliati membuka kotak makan siang yang berisi nasi putih, daging sapi cabai hijau, dan orek tempe.
"Wah, ada daging sapi," seru Yuliati antusias.
Rekan sekamarnya, Ellya Murni, kemudian mengajak jemaah lainnya makan bersama.
"Alhamdulillah, ayo makan bareng-bareng," ujarnya.
Ruang kosong di kamar lantai 10 hotel tersebut pun seketika berubah menjadi tempat makan sederhana yang dipenuhi canda dan obrolan ringan.
Kehangatan terasa saat para jemaah menikmati hidangan khas Nusantara di tengah menjalani ibadah haji di Tanah Suci.
"Daging sapinya empuk, cocok disantap dengan nasi yang masih hangat," kata Yuliati sambil tersenyum.
Selama lebih dari dua minggu pekan di Makkah, warga Tangerang Selatan itu mengaku puas dengan makanan yang disajikan kepada jemaah haji.
"Alhamdulillah, semuanya enak," tuturnya kepada tim Media Center Haji (MCH) 2026.
Baca juga: Jelang Armuzna, Musyrif Diny Kemenhaj Minta Pembimbing Intensifkan Pembekalan Fikih Haji ke Jemaah
Ia juga menilai variasi menu yang diberikan cukup beragam dan selalu berganti pada setiap waktu makan.
"Paling senang kalau ada puding. Kadang rebutan meski sudah dibagi satu per satu," katanya sembari tertawa.
Menurut Yuliati, makanan bagi jemaah haji bukan hanya sekadar penambah energi selama menjalankan ibadah, tetapi juga menjadi pengobat rindu terhadap masakan Indonesia karena cita rasanya tetap khas Nusantara.
Hal senada disampaikan jemaah lainnya, Sukarti. Ia mengapresiasi sajian yang disiapkan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) karena dinilai sesuai dengan kebutuhan jemaah, khususnya lanjut usia.
"Alhamdulillah cukup, rasanya juga disesuaikan dengan jemaah haji yang lansia," ujarnya.
Cita Rasa Nusantara
Sementara itu, Koordinator Konsumsi Sektor 10 Daerah Kerja (Daker) Makkah, Abjan Halek memastikan layanan konsumsi bagi jemaah haji berjalan lancar tanpa kendala berarti.
Menurutnya, tidak ada keluhan dari jemaah terkait makanan yang disediakan katering.
"Alhamdulillah sampai sekarang aman, tidak ada masalah. Bahkan jemaah tidak pernah komplain soal konsumsi," kata dia.
Ia menjelaskan, konsep makanan yang disediakan memang dirancang dengan cita rasa Nusantara sehingga lebih mudah diterima oleh jemaah Indonesia.
"Sebagaimana konsep awal yang disampaikan Kemenhaj, makanan ini adalah makanan dengan rasa Nusantara dan itu betul-betul dinikmati oleh jemaah," katanya.
Untuk distribusi makanan, pihak sektor telah mengatur jadwal pengambilan secara terstruktur berdasarkan kloter dan rombongan.
Makanan pagi mulai disiapkan sejak pukul 04.30 waktu setempat dan dapat diambil usai salat subuh. Sementara makan siang mulai tersedia pukul 12.00 dan makan malam disiapkan sejak pukul 16.30 waktu setempat.
Namun, antusiasme para ketua rombongan disebut sangat tinggi. Bahkan sebelum jadwal pengambilan dimulai, mereka sudah menunggu di area distribusi makanan.
"Kadang jam setengah 11 sudah ada yang standby untuk mengambil makan siang," ujarnya.
Di Hotel Al-Hidayah Tower 1 terdapat sembilan kloter JKB dengan total distribusi konsumsi mencapai lebih dari 3.000 porsi untuk setiap waktu makan.
Selain itu, layanan khusus juga diberikan kepada jemaah lanjut usia yang membutuhkan makanan tertentu, seperti bubur.
Permintaan tersebut akan diteruskan kepada pihak katering agar disiapkan sesuai kebutuhan jemaah.
"Kalau ada jemaah yang minta bubur, kami sampaikan ke penyedia makanan dan langsung disiapkan," katanya. (*)
Baca tanpa iklan