Laporan langsung wartawan Tribunnews.com dan Media Center Haji dari Arab Saudi, Sri Juliati
TRIBUNNEWS.COM - Lebih dari 1.200 tenaga kesehatan disiagakan selama masa puncak ibadah haji yang berlangsung di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Moch Irfan Yusuf mengatakan, setiap kelompok terbang (kloter) didampingi satu dokter dan satu perawat.
Sisanya, sebanyak 419 petugas kesehatan dari PPIH Arab Saudi akan bersiaga di berbagai titik pelayanan.
"Insya Allahbisa melayani jemaah kita selama Armuzna," kata Gus Irfan kepada tim Media Center Haji (MCH) usai mengunjungi Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), Sabtu (23/5/2026).
Selain itu, Kemenhaj juga menyiapkan sejumlah klinik darurat di titik-titik tertentu.
Selain itu, kerja sama dengan rumah sakit Arab Saudi juga terus diperkuat untuk penanganan pasien yang membutuhkan rujukan lebih lanjut.
"Kami ada klinik-klinik di sana untuk pelayanan darurat, tetapi tetap bekerja sama dengan rumah sakit pemerintah Saudi. Pada kondisi tertentu, jemaah harus segera dirujuk ke rumah sakit di Saudi," jelasnya.
Dalam kunjungan ke KKHI tersebut, Gus Irfan bersama Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin memastikan kesiapan tenaga kesehatan dan pelayanan yang telah berjalan selama musim haji.
Baca juga: Sehari Jelang Puncak Haji, Petugas Bergerak ke Arafah Siapkan Tenda dan Konsumsi Jemaah
"Hari ini kami memang sengaja datang ke KKHI untuk memastikan kesiapan teman-teman kesehatan haji Indonesia, bagaimana pelayanannya selama musim haji yang sudah berlangsung hampir satu bulan ini, dan terutama persiapan untuk Armuzna nanti," ujar Irfan Yusuf.
Ia mengakui terdapat sejumlah tantangan terkait regulasi kesehatan di Arab Saudi yang cukup ketat dan terus mengalami perubahan.
Meski demikian, tenaga kesehatan Indonesia dinilai mampu menyesuaikan diri tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada jemaah.
"Memang ada beberapa kendala terkait regulasi yang berlaku di sini, tetapi teman-teman berusaha menyesuaikan diri, bagaimana tetap mematuhi regulasi namun tetap bisa memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah kita,” katanya.
Sementara itu, Menko PM Abdul Muhaimin Iskandar, Kemenhaj akan terus mengevaluasi pola pelayanan kesehatan haji agar semakin adaptif terhadap regulasi di Arab Saudi. Namun tetap mengedepankan pelayanan maksimal bagi jemaah.
"Ke depan, Kemenhaj mendapatkan masukan dari para dokter terkait pola dan mekanisme menyesuaikan aturan yang berlaku di sini tetapi tetap membawa semangat efisiensi, aspek manfaat yang lebih besar bagi para jemaah," kata Cak Imin.
Ia pun turut mengapresiasi dedikasi tenaga kesehatan Indonesia yang dinilai tangguh menghadapi dinamika aturan di Arab Saudi.
"Terima kasih kepada para tenaga kesehatan yang sangat tangguh menghadapi regulasi Pemerintah Saudi yang super ketat dan terus berubah. Teman-teman dokter mampu mengantisipasi dengan kecerdasan dan langkah-langkah yang tepat," ujar Cak Imin.
(*)
Baca tanpa iklan