News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Aktivis Kemanusiaan Diserang

Israel Ancam Mundur dari Panel Kasus Mavi Marmara

Penulis: Widiyabuana Slay
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

BERSAKSI - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersaksi di depan panel yang menyelidiki kasus penyerangan Mavi Marmara, di Yerussalem, Israel, Senin (9/8/2010).

TRIBUNNEWS.COM, YERUSSALEM - Israel mengancam akan menarik diri dari panel yang menyelidiki kasus serangan terhadap flotilla Mavi Marmara setelah sang kepala panel menegaskan tak ada perjanjian yang akan menahan mereka memanggil tentara untuk bersaksi.

Dilansir AP, Selasa (10/8/2010), Israel setuju untuk berpartisipasi dalam panel yang dibentuk PBB terkait penyerangan yang terjadi 31 Mei lalu setelah tentara komando angkatan laut Israel menyerang kapal Turki yang berusaha menerobos masuk laut Israel menuju Gaza.

Perkembangan ini tentu saja mengejutkan karena keputusan ini keluar beberapa jam setelah Perdana Menteri Israel bersaksi atas nama negaranya terkait serangan tersebut.

Dalam kesaksian tersebut Netanyahu menuduh Turki memang memilih konfrontasi karena menolak menahan kapal itu memasuki perairan internasional menuju Israel. Namun, seorang pejabat Turki menolak tudingan itu dan mengatakan pernyataan Netanyahu sangat lucu.

Pejabat Israel menyatakan sepakat ambil bagian dalam penyelidikan tersebut namun dengan syarat kesaksian berdasarkan laporan dari penyelidikan militernya bukan dari tentara. Dalam konferensi pers yang berlangsung Senin, waktu setempat, Sekjen PBB Ban Ki-moon apakah ia setuju tidak memasukkan tentara Israel untuk memberikan kesaksian.

"Tidak ada perjanjian seperti itu," kata Ban, sambil menambahkan jika panel itu bertuuan untuk bekerja sama dan melibatkan penyelidikan dari Turki dan Israel.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini