TRIBUNNEWS.COM - Ibu nakhoda kapal warga Australia yang hilang usai gempa mengguncang Kepulauan Mentawai,Chris Scurrah, menyatakan anaknya menjalankan bisnis berselancar di Indonesia sejak 13 tahun silam.
Sandra Scurrah, dilansir Sydney Morning Herald, Selasa (26/10/2010), menyatakan dirinya belum bisa mengontak anaknya. "Ia ada di laut," jelasnya. Scurrah adalah kapten kapal Southern Cross yang dinyatakan hilang saat gempa terjadi.
"Kami berharap ia bisa kembali dalam keadaan hidup. Banyak orang yang menunggu kabar darinya," kata sang ibu.
Pihak Kedutaan Besar (Kedubes) Australia di Jakarta menyatakan mencoba mengontak Scurrah (35) yang sedang ada di kapal di kawasan itu ketika gempa mengguncang dengan kekuatan 7,7 skala Richter (SR).
Ini bukan pertama kalinya sang ibu tak bisa mengontak putranya. Oktober tahun lalu, Scurrah merupakan salah satu dari tiga warga Australia yang dilaporkan hilang saat gempa mengguncang di Padang. Namun, tak berapa lama kemudian ia mengirim pesan singkat di keluarganya yang tinggal di Mt Eliza, Victoria, bahwa dirinya berada di sebuah pulau tak berpenghuni.
"Perasaan saya dia di luar jangkauan dan akan baik-baik saja. Saya akan membaca berita dan terus mengirimkan pesan singkat atau mengontaknya melalui Facebook. Ia selalu bersama laptopnya," kata sang ibu.
"Biasanya ia tidak pernah lepas kontak dari kami dalam waktu yang lama karena mereka akan mencari tempat untuk memasok suplai dan mereka akan melakukan kontak juga," jelas Sandra.
Ibu Chris Scurrah: Ia Selalu Bersama Laptop
Penulis: Widiyabuana Slay
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan