TRIBUNNEWS.COM, YEONPYEONG --- Warga di Pulau Yeonpyong yang menjadi sasaran serangan Korea Utara (Korut) pekan lalu, diminta untuk segera berlindung di sejumlah bunker.
Pasalnya, hari ini, Minggu (28/11/2010) sore, pihak AS dan Korsel telah menggelar latihan militer bersama. Latihan ini bisa saja membuat pihak Korea Utara (Korut) berang dan kembali melancarkan serangan ke pulau yang menjadi rebutan dua negara di korea itu.
Kantor berita Korsel melaporkan, Korut telah memindahkan rudal ke dekat kawasan garis depan. Pyongyang sebelumnya menggambarkan latihan militer Korsel-AS sebagai tindakan provokatif yang bisa menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.
Pernyataan yang diterbitkan kantor berita resmi Korut, KCNA, menyebutkan, "Jika Amerika Serikat membawa kapal-kapal induk mereka ke Laut Kuning, tidak ada pihak yang bisa memperkirakan dampak yang mungkin akan terjadi."
Pemerintah di Beijing juga mengeluarkan kekhawatiran terhadap kegiatan militer yang digelar di dekat wilayah Cina. Beijing memperingatkan AS untuk tidak terlalu dekat ke wilayah kedaulatan Cina.
Washington mengatakan latihan militer ini, yang telah jauh-jauh hari direncanakan, adalah sesuatu yang wajar sebagai bagian dari tindakan membela diri. AS juga mengatakan latihan militer tersebut untuk mencegah serangan lanjutan Korut.
Dalam latihan militer ini, Korsel dan AS mengerahkan beberapa kapal induk, termasuk kapal induk baru USS George Washington yang menggunakan tenaga nuklir.
Untuk diketahuii, pihak Korut telah melancarkan serangan artileri ke Pulau Yeonpyeong, Selasa (23/11/2010) siang waktu setempat. Serangan ini menyebabkan dua marinir dan dua warga sipil Korsel meninggal dunia. Dan belasan lainnya mengalami luka-luka.
Serangan Korut yang berlangsung selama dua jam itu, dibalas oleh pihak Korsel. serangan Korut itu diduga terjadi karena korut kesal lantaran pihak AS dan Korsel melakukan latihan militer di pulau itu.
Usai serangan, Korut mengancam akan melakukan serangan balasan jika pihak Korsel tetap mengeglar latihan militer dengan AS. China yang mendukung Korut meminta dua negara di Korea itu untuk berdiam diri.
Menyusul serangan Korut ke Pulau Yeonpyeong itu, Menteri pertahanan Korsel, Kim Tae-yung, mengundurkan diri. Kim Tae-yung meletakkan jabatan karena dianggap terlalu lamban menangani
serangan Korea Utara (Korut) pada Selasa (23/11/2010) siang.
Presiden Korea Selatan (Korsel) Lee Myung-bak kemudian mengangkat penasehat keamanan, Lee Hee-won sebagai Menteri Pertahanan, sehari setelah pejabat lama, Kim Tae-yung, mengundurkan diri.
Lee Hee-won bukan wajah baru bagi militer Korea Selatan. Media di Korea Selatan mengatakan, ia mengawali karir di dunia ketentaraan dan dianggap bisa mengambil keputusan cepat dan taktis dalam menghadapi langkah Korea Utara yang sulit diduga.
Warga Yeonpyeong Diminta Berlindung di Sejumlah Bunker
Editor: OMDSMY Novemy Leo
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan