News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Dua Korea Bersitegang

Presiden Korsel Minta China Netral

Editor: Iwan Apriansyah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Sebuah kapal AL Korea Selatan meninggalkan pelabuhan di Incheon, yang berdekatan dengan Pulau Yeonpyeong setelah terjadi serangan oleh Korea Utara

TRIBUNNEWS.COM, SEOUL - China harus mengambil sikap yang lebih adil dan lebih bertanggung jawab dalam menghadapi Korea Utara dan Korea Selatan.

Presiden Lee dalam pertemuan dengan Penasehat Negara China, Dai Bingguo, meminta China untuk memberikan sumbangan guna mencapai perdamaian di semenanjung Korea.

"China harus menyikapi konflik Korea tersebut dengan sikap yang lebih adil dan lebih bertanggung jawab dalam hubungannya dengan kedua Korea", kata Presiden Korea Selatan Lee Myung-bak Dai Bingguo, yang sedang berkunjung ke kantor presiden itu.

China, yang merupakan sekutu dekat Korea Utara, sejauh ini dianggap bersikap tidak adil terhadap serangan yang dilakukan Korut.

China juga dinilai memperlihatkan posisinya yang selalu mendukung dan berada di belakang Korut, meski dunia mengecam Korut.

Serangan itu, yang pertama terhadap tempat warga sipil di Korea Selatan sejak perang 1950-53, menewaskan dua warga sipil dan dua marinir serta membakar sejumlah rumah.

"Dai menyampaikan pesan pemimpin China dan Lee juga menyampaikan pesannya sendiri pada pemimpin China," kata pernyataan itu.

Lee mengatakan, Seoul telah sabar menghadapi provokasi terus-menerus pihak Korut sejak Perang Korea.

"Tapi Korsel akan menanggapi dengan keras jika Korut membuat provokasi lagi," kata pernyataan itu. (*)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini