TRIBUNENWS.COM - Pengusaha ternama yang dekat dengan Presiden Mesir Hosni Mubarak, Mohammad Ibrahim Kamel, menegaskan, Mubarak tidak gentar terhadap tekanan dari manapun, termasuk dari Presiden Amerika Serikat Barack Obama.
Berbicara kepada BBC Arabic Radio, Jumat (04/02/2011), Ibrahim Kamel menegaskan, Mubarak tetap pada pendiriannya, tidak akan mundur dan melanjutkan sisa masa jabatannya.
Tribunnews.com sebelumnya menulis, New York Times, koran Amerika Serikat, mengutip sumber-sumber diplomat
Arab dan Amerika Serikat melaporkan, Pemerintahan Obama sedang
berdiskusi dengan para pejabat Mesir mengenai proposal pengunduran diri
Mubarak secepatnya.
Menurut skenario itu, bila Mubarak mundur,
pemerintahan dinyatakan transisional. Pemimpin pemerintahan transisi
diserahkan kepada Omar Suleiman, pejabat yang diangkat Husni Mubarak
menjadi wakil presiden setelah demonstrasi marak di Kairo.
Mubarak dilaporkan bersedia mundur tapi mengkhawatirkan kekacauan di negeri yang dipimpinnya hampir 30 tahun terakhir.
Dunia sedang menunggu perkembangan beberapa jam ke depan untuk menjawab pertanyaan, "Inikah Hari Terakhir Husni Mubarak?"
menyerahkan kekuasaan kepada Dewan Konstitusional yang beranggotakan
tiga orang," demikian BBC News, Jumat (04/02/2011) malam WIB.
Mubarak Tak Gentar Meski Ditekan Obama
Editor: Dahlan Dahi
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan