TRIBUNNEWS.COM, YERUSALEM
- Pembunuhan Osama Bin Laden menandai kemenangan simbolis bagi Amerika
Serikat dalam perang terhadap terorisme. Tetapi pengaruh buron nomor
wahid ini sudah menurun di dunia Arab.
Di Irak, kelompok ini telah sedikit kendur sejak pasukan AS secara resmi mengundurkan diri.
Sementara itu, Pemimpin Libya Muammar al-Qaddafi mengatakan pasukan oposisi berjuang dipimpin oleh kelompok ini.
Namun
para ahli mengatakan dengan Bin Laden, bersembunyi di rumah di
Pakistan, itu artinya dirinnya sudah sangat sedikit hubungannya dengan
kegiatan kelompok ini.
Arab News mengabarkan kelompok militan
seperti Al-Qaeda berjuang selama bertahun-tahun, untuk menggulingkan
para pemimpin Arab, yang mereka anggap sebagai sekuler dan sekutu Barat.
"Bin
Laden dianggap sebagai pemimpin simbolis. Kita berbicara tentang
sebuah organisasi yang memiliki struktur yang tidak terpusat. sel itu
dioperasikan independen satu manajemen. Dalam hal kepemimpinan saya
tidak berpikir ini (kematian Osama) adalah pukulan berat Al-Qaeda," kata
Ayman Khalil, direktur Institute untuk Studi Keamanan Arab di Yordania.
"Dia
adalah sumber inspirasi bagi pengikutnya, minimal 15 tahun ini. Tetapi
dalam istilah praktis kematian Bin Laden, dengan semua kepentingan
simbolik, tidak berarti akhir dari jalan Al-Qaeda," katanya.
Namun
demikian, pejabat AS mengatakan mereka berharap kematian Bin Laden akan
memungkinkan bagi mereka untuk menghancurkan Al-Qaeda.
"Kami
akan mencoba mengambil keuntungan dari kesempatan yang kita miliki
sekarang dengan kematian pemimpin Al-Qaeda Bin Laden, untuk memastikan
bahwa kami dapat menghancurkan organisasi itu," kata pejabat Gedung
Putih John Brennan.
"Kami bertekad untuk melakukannya dan kami percaya kami bisa."
Lebih
lanjut, pejabat AS ini menyatakan di tengah merebaknya kabar Ayman
Al-Zawahiri, wakil Bin Laden, menjadi pimpinan teratas, FBI kini
memasukkan dirinya sebagai orang paling dicari.
Para analis juga
memperingatkan tentang risiko jangka pendek aksi pembalasan al-Qaeda.
"Untuk setiap aksi ada reaksi," kata Khalil.
"Saya pikir akan ada satu atau dua serangan spektakuler dan kemudian semua akan kembali normal."
Kematian Bin Laden Tidak Mengakhiri Terorisme
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Johnson Simanjuntak
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan