News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Komodo Keajaiban Dunia

Pemerintah RI Bayar Pengacara Swiss untuk Gugat N7W

Penulis: Hasanudin Aco
Editor: Yulis Sulistyawan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Presiden New 7 Wonders Foundation Bernard Weber di Pulau Komodo, NTT, Rabu (26/10/2011).

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Hasanudin Aco

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA  - Wakil Menteri Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar menyatakan pihaknya telah menyewa pengacara Swiss untuk melawan New 7 Wonders Foundation (N7W). Mengenai bayaran untuk pengacara asing itu, Sapta mengakui nilanya ratusan dolar AS per jam tanpa menjelaskan rincian anggaran yang dipakai.

"Tergantung konsultasi. Per jam kalau tak salah ratusan dolar khusus pengacara di sana," kata Sapta ketika dikonfirmasi Tribunnews.com dari Jakarta, Jumat (4/11/2011).

Mantan Dirjen Pemasaran Kementerian Kebudayan dan Pariwisata ini mengakui dana menyewa pengacara diambil dari uang negara. Dia menganggap sewa pengaca asing semacam itu tidaklah mahal. "Prosesnya tidak lama itu," tambahnya.

Kata Sapta pihaknya menyewa pengacara Indonesia dan asing karena kecewa dengan sikap NW7 yang memutuskan sepihak kampanye Kementerian Kebudayaan. "Kalau tidak pakai lawyer (pengacara) mau apa kita," ujarnya.

Selain pengacara asing yang tidak diketahui namanya itu, Kementerian juga menyewa pengacara Todung Mulya Lubis untuk melawan N7W.

Seperti diketahui Direktur N7W Jean Paul De La Fuente mengatakan ada pejabat pemerintah di Indonesia tersinggung dan balas demdam dengan menyewa pengacara di Swiss menggunakan anggaran negara. Kata dia pengacara di Swiss mahal dan pejabat dimaksud menyewa pengacara kecewa lantaran tidak bisa memenuhi aturan main N7W sehingga Komodo dicoret dari official supporting comite The New 7 of Nature tersebut.

Ini membuat Kementerian menarik Komodo ikut perlombaan menjadi bagian dari 7 keajaiban dunia. Sehingga kemudian pihak swasta melalui P2K menunjuk Jusuf Kalla sebagai duta Komodo.

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini