News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Stastus Siaga Tsunami Filipina Dicabut

Editor: Taryono
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Samuel Febriyanto

TRIBUNNEWS.COM - Dua jam setelah sempat mengumumkan potensi tsunami di pesisir pantai Filipina, menyusul gempa sebesar 6,7 skala ritcher, Lembaga Vulkanologi dan Seismologi Filipina menarik pengumuman tersebut.

"Sementara ancaman bahaya tampaknya telah berlalu, kami mendesak masyarakat di daerah bencana untuk tetap waspada dan tenang, juga bekerja sama dengan pemerintah," ujar Istana Kepresidenan Filipina dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Channelnewsasia, Senin (6/2/2012).

Badan Pengawas Tsunami Amerika Serikat (AS) wilayah Pasifik, mengkonfirmasi hal itu, mereka mengatakan tidak ada bahaya tsunami yang terdeteksi pasca gempa.

Sementara itu, dilaporkan tujuh orang tewas dalam gempa tersebut. Di antara korban adalah dua anak sekolah dasar yang tertimpa dinding runtuh.

"Mereka korban dari dinding runtuh dan pagar," kata Kepala Pertahanan Sipil, Benito Ramos.

Ia membeberkan, sebuah bangunan tiga lantai di Negros runtuh, sementara retakan besar muncul di jalan raya. Kondisi serupa menurutnya juga bisa ditemui di Kota Cebu yang terletak 50 kilometer dari pusat gempa.

Menurutnya gempa telah menyebabkan pecahnya jendela dan retak pada beberapa dinding bangunan.

Berdasarkan Badan Survey Geologi AS (USGS), gempa teridentifikasi terjadi di kedalaman sekitar 10 km (6,2 mil), berjarak 5 km di lepas pantai Tayasan, Negros Oriental, dan dirasakan hingga Kota Dumaguete, dengan intensitas 7 dan di Kota Bacolod, dengan intensitas 6.

Gempa tersebut diikuti oleh dua gempa susulan, sebesar 4,8 dan 5,6 skala ritcher, 30 menit dari gempa pertama. (channelnewsasia)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini