TRIBUNNEWS.COM - Kedutaan Besar Israel yang terletak di India, hari ini, Selasa (14/2/2012), dihantam oleh ledakan bom. Hal itu mengakibatkan seorang istri diplomat terluka.
Menurut pemberitaaan BBC, bom diduga diletakkan di bawah sebuah mobil yang diparkir dekat kedutaan. Televisi India menayangkan gambar mobil yang terbakar di luar kedutaan Israel.
Polisi, untuk sementara menutup daerah di sekitar lokasi ledakan, untuk melakukan penyelidikan. Pakar forensik dan sejumlah anggota tim gegana tengah memeriksa mobil yang meledak tersebut. Belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas ledakan itu.
Menurut Juru Bicara Kedutaan Besar Israel di Delhi, mengatakan pihaknya belum mengetahui rincian pelaku penyerang tersebut.
Ancaman bom, juga diterima oleh Kedutaan Besar Israel, di Ibukota Georgia, Tblisi. Menurut para pejabat di Georgia, bahan peledak ditemukan di bawah kendaraan mobil diplomat namun kemudian berhasil dijinakkan.
Atas dua kejadian itu, Kementerian Luar Negeri Israel, menduga ada rencana untuk menyerang diplomat mereka di luar negeri. Mereka menyatakan akan menyelidiki kedua kasus itu, dan mencari siapa pihak yang bertanggung jawab.
Serangan terjadi di tengah peringatan kematian dua pemimpin Hisbullah, Imad Mughniyeh dan Abbas Mussawi. Mugniyeh tewas dalam bom mobil di Damaskus, Suriah, Februari 2008 sementara Mussawi, tewas akibat serangan misil Israel tahun 1992. Hisbullah menyalahkan serangan itu pada Israel.
Sementara itu Israel juga terlibat ketegangan dengan Iran, baru-baru ini Iran menuding Israel berada di balik serangkaian serangan bom mobil terhadap ilmuwan nuklir mereka.
Baca tanpa iklan