TRIBUNNEWS.COM - Sebanyak 300 ekor gajah tewas dibantai untuk dirampok gadingnya, oleh pemburu profesional di wilayah Utara negara Kamerun, Afrika.
Menurut Menteri Kehutanan dan Satwa Liar Kamerun, Ngole Philip Ngwese, pembantaian itu terjadi sejak pertengahan Januari yang lalu, hingga saat ini.
Ia membeberkan, berdasarkan pengamatan pihaknya didukung oleh Dana Internasional untuk Kesejahteraan Hewan (IFAW), perburuan gading gajah dilakukan oleh geng bersenjata Sudan, di Taman NasionalBouba Ndjida, di perbatasan Kamerun dengan Chad.
Para petugas taman, menurutnya menunjukan kekhawatirannya, terhadap bayi gajah yang menjadi yatim piatu akibat perbuaran tersebut. Ditakutkan bayi gajah tersebut akan mati kelaparan dan kehausan.
Perburuan itu, menurut petugas, akan mengancam populasi gajah di taman nasional tersebut. Mereka menemukan sedikitnya 100 bangkai gajah, saat melakukan pemantauan di hari Senin (20/2/2012) kemarin, dan diprediksi bangkai gajah akan lebih banyak ditemukan di daerah yang belum dijelajahi wilayah taman nasional tersebut.
Seorang pejabat Kementerian Kehutanan dan Satwa Liar Kamerun (IFAW), Celine Sissler Bienvenu, mengatakan, jumlah perburuan gading gajah belakangan ini lebih masif dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
"Sudah umum bagi gerombolan bersenjata dan pemburu untuk menyeberang dari Sudan pada musim kemarau untuk membunuh gajah untuk gading mereka. Tapi pembantaian terbaru adalah besar dan tidak memiliki perbandingan dengan yang tahun-tahun sebelumnya," kata Celine.
Gading-gading tersebut, lanjutnya, diseludupkan keluar dari Afrika Barat dan Tengah, menujuAsia dan Eropa, untuk dipasarkan. Uang yang diperoleh dari gading tersebut, ungkapnya digunakan untuk pembelian senjata, yang digunakan dalam konflik regional, khususnya kerusuhan yang sedang berlangsung di Sudan dan di Republik Afrika Tengah. (CNN)
Baca tanpa iklan