TRIBUNNEWS.COM - Sebuah kota kecil, di bagian utara Australia, diduduki oleh 250 ribu kelelawar, sehingga mendorong otoritas setempat mengumumkan peringatan kemungkinan penyebaran rabies.
Menurut pemberitaan BBC, Rabu (7/3/2012), Pusat Pengendalian Penyakit, CDC, memperingatkan penduduk Kota Katherine, untuk menjauhi dari setiap kelelawar pemakan buah, yang ada di sekitar rumah mereka.
Hewan itu, menurut CDC dapat membawa virus rabies, berjenis Lyssavirus. virus itu dapat menyebarkan penyakit rabies, kepada manusia melalui kuku ataupun giginya. Direktur CDC, Vicki Krause mengungkapkan virus itu terkandung di dalam air liur kelelawar.
Sebelumnya, terdapat sejumlah orang meninggal dunia akibat virus itu, namun kondisi itu sangat jarang terjadi, karena vaksin untuk mencegah penyebaran virus itu dapat diperoleh.
Apabila seseorang digigit oleh kelelawar itu, disarankan ia harus mencuci lukanya dengan air, dan mencari pertolongan medis secepatnya.
Menurut para ahli, migrasi kelelawar yang jumlahnya sangat banyak di wilayah Utara Kota ini, terjadi hanya selama dua atau tiga kali dalam satu dekade. Koloni kelelawar pemakan buah ini datang di kota tersebut pada akhir bulan lalu.
Mereka kemungkinan tertarik datang untuk melalap tanaman asli wilayah tersebut, atau datang ke daerah itu karena kehancuran habitat atau perubahan kondisi iklim.
Baca tanpa iklan