News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Bajak Laut Korut Sandera 29 Nelayan China

Editor: Gusti Sawabi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ilustrasi

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Samuel Febriyanto

TRIBUNNWES.COM , JAKARTA - Sebanyak 29 nelayan China, ditangkap oleh sekelompok orang warga negara Korea Utara (Korut), saat tengah berlayar di Laut Kuning.

Sekelompok warga Korut itu dikabarkan juga meminta sejumlah uang jika ke dua puluh sembilan nelayan itu ingin dibebaskan. Seperti diberitakan Harian Beijing News, kelompok warga Korut itu, meminta uang tebusan itu pada Kamis (17/5/2012), walau insiden itu terjadi pada 8 Mei yang lalu, di dekat perbatasan di antara kedua negara.

Kementerian Luar Negeri China mendesak otoritas Korut, ikut membantu membebaskan para nelayan tersebut. "Kami mendesak pihak Korut menjamin hak hukum nelayan-nelayan asal China itu," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Hong Lei, seperti dikutip dari BBC.

Hingga saat ini masih belum jelas apakah penyergapan dan penangkapan itu dilakukan oleh otoritas keamanan atau kelompok kriminal, seperti bajak laut.

Pemerintah Korut, sendiri hingga kini belum mengomentari insiden penangkapan tersebut.

Sewaktu ditangkap, para nelayan China tersebut, tengah berlayar di batas wilayah China di Laut Kuning . "Mereka semua punya senjata dan tidak ada yang berani melawan saat itu. Nelayan yang ditangkap saat ini di tempatkan di sebuah rumah yang terkunci dan ditinggalkan tanpa makanan," kata seorang pemilik kapal, Zhang Dechang.

Kini para pelaku yang diduga para bajak laut itu, meminta tebusan seharga  900.000 Yuan atau sekitar Rp 1,3 miliar lebih.

China dan Korea Utara selama ini dikenal sebagai sekutu dekat namun ketika berbicara soal batas wilayah di Laut Kuning yang terkenal dengan hasil ikannya mereka kerap bertikai termasuk juga dengan Korea Selatan. (bbc)

 baca juga:

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini