News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

DPR Minta Myanmar Jadikan Muslim Rohingya Warga Negara

Penulis: Abdul Qodir
Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ratusan aktivis kemanusiaan berunjuk rasa di sekitar bundaran HI Jakarta Pusat terkait kerusuhan yang menimpa suku Rohingya di Myanmar, Kamis (26/7/2012). Pengunjuk rasa mendesak penghentian kekerasan dan meminta peran aktif PBB dalam penyelesaian konflik yang menimpa kaum muslim di seluruh dunia. TRIBUNNEWS/HERUDIN

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tim dari Komisi I DPR akan berangkat ke Myanmar pada September 2012 menyusul meningkatnya kekerasan yang diterima muslim Rohingya di negara tersebut.

Satu di antara misi tim legislator ini adalah pemerintah Myanmar harus membuka diri untuk menerima muslim Rohingya sebagai warga negaranya.

"Yang akan kami angkat, perlunya pemerintah Myanmar membuka kebijakan politik untuk menerima Ronghiya yang di Myanmar itu sebagai warga negara Myanmar," ujar Ketua Komisi I Mahfudz Siddiq, di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (2/8/2012).

Menurut Mahfudz, pemerintah Myanmar perlu mempertimbangkan bahwa muslim Rohingya sudah hampir 70 tahun tinggal di provinsi Rakhine, Myanmar Barat. "Dan yang kedua, mereka juga hampir dua generasi, dan hampir seratus juta orang," kata Mahfudz.

Menurut Mahfudz, implikasi jika pemerintah bersedia membuka kebijakan politik menjadikan muslim Rohingya sebagai warga negaranya, yakni pencabutan segala bentuk kebijakan diskriminasi terhadap mereka.

"Dengan mereka bisa hidup layak dan bisa berintegrasi, sehingga kisah panjang penderitaan konflik ini bisa diakhiri," ujar Mahfudz yang juga Wakil Sekjen PKS.

Mahfudz menambahkan, tim dari Komisi I ini juga akan membawa misi untuk mendorong pemerintah Myanmar melaksanakan rekomendasi dari pertemuan Organisasi Konferensi Islam (OKI) di Mekkah pada 5 dan 6 Agutus 2012.

Ayo Klik:

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini