News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pemerintah Indonesia Akan Bantu Pengungsi Rohingya

Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Awak bandara memasukan bantuan kemanusiaan PMI ke dalam pesawat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (25/8/2012). Sebanyak 8 personil PMI membawa bantuan kemanusiaan untuk korban konflik di Myanmar. Personil dan barang bantuan dengan kapasitas 7,5 ton tersebut diterbangkan ke Sittwe, Myanmar. (KOMPAS IMAGES/ANDREAN KRISTIANTO)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah Indonesia berjanji akan memberikan bantuan kemanusiaan sebesar satu juta US Dollar untuk membantu warga Rohingya yang menjadi korban kekerasan sekterian.

Janji itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri, Marty Natalagewa dalam lawatannya, ke provinsi Rakhine di Myanmar, 7 hingga 8 Januari 2013. Dalam kunjungan kerja tersebut, Marty Marty didampingi Menteri Urusan Perbatasan Myanmar, Mayjen Thein Htay dan Chief Minister Negara Bagian Rakhine State Hla Maung Tin, mengunjungi beberapa kamp pengungsian di negara bagian Rakhine. Seperti dikutip Tribunnews.com, dari situs Kementerian Luar Negeri, Rabu (9/1/2013).

Di hari pertama kunjungannya, Marty mengunjungi empat lokasi kamp pengungsi di Rakhine, yaitu di Pauktaw, Sambalay Village, Taungbaw Village, Kyauktaw; Maw Ya Wadi village, dan kamp pengungsi Maungdaw. Keempat lokasi tersebut dicapai dengan menggunakan helikopter.
 
Sedangkan kemarin, kunjungan dilakukan ke kamp pengungsi Ohn Daw Gyee dan Min Gwan yang ditempuh melalui jalan darat.
  
“Jelas bahwa di samping kebutuhan mendasar, yaitu misalnya kebutuhan tempat tinggal, pangan, obat-obatan dan pendidikan, terdapat pula kebutuhan yang lebih mendasar, yaitu perlu didorong dan dikembangkan rasa percaya dan rekonsiliasi di antara dua kelompok masyarakat di Negara Bagian Rakhine tersebut,” ujarnya.
 
“Disamping itu, terdapat kebutuhan untuk mendorong roda perekonomian di kawasan yang dapat menciptakan bukan saja lapangan kerja melainkan juga  harapan kehidupan yang lebih baik di masa mendatang.  Oleh karena itulah disamping bantuan sejumlah satu juta Dollar AS untuk kebutuhan tanggap darurat, termasuk pembangunan pemukiman, Indonesia berketetapan untuk memberikan kontribusinya dalam menciptakan rasa saling percaya di antara komunitas terkait serta menumbuhkembangkan perekonomioan di kawasan tersebut,” tambahnya.
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini