TRIBUNNEWS.COM, HONGKONG - Perusahaan industri otomotif Jepang, Honda, Nissan, Toyota dan Mazda yang menarik sekitar 3,4 juta mobil mereka dari pasaran karena cacat produksi di bagian airbag.
Toyota (TM) mengatakan menarik kembali 1,7 juta mobil mereka di seluruh dunia, termasuk Corolla, Matrix dan Camry. Sementara Nissan telah menarik kembali sekitar 480 ribu produksi mereka, sedangkan Mazda menarik 45 ribu kendaraan.
Honda (HMC), mengatakan penarikan itu diperlukan untuk mengganti inflators airbag kursi penumpang depan.
"Kami menduga iflator airbag kursi penumpang depan akan memberikan tekanan lebih yang dapat menyebabkan tempat inflator pecah sehingga akan menimbulkan cidera bagi penumpang," kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan seperti dikutip CNN, Kamis (11/4/2013).
Sebagian besar mobil yang ditarik kembali tampaknya dari model tahun 2001, 2002 dan 2003.
Honda mengatakan pihaknya mengetahui hal tersebut, berdasarkan insiden kecelakaan yang melibatkan mobil Honda. Sat itu tempat airbag mobil itu pecah akibat tekanan yang terlalu besar.
Toyota mengatakan, pihaknya menerima lima laporan terjadinya malfungsi airbag, namun tidak ada yang terluka dalam insiden-insiden tersebut.
Juru bicara Toyota, Shino Yamada mengatakan airbag tersebut diproduksi oleh Takata Corp, perusahaan yang berbasis di Jepang.
Saham Takata menurun tajam lebih dari 15% setelah recall itu dikeluarkan. (cnn)
Baca tanpa iklan