News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Mantan Menteri Thailand Bentuk Kelompok Anti-kudeta

Editor: Sugiyarto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Anggota pasukan keamanan Thailand berjaga-jaga di luar auditorium Angkatan Darat tempat para tokoh penting termasuk mantan perdana menteri Yingluck Shinawatra melapor kepada junta militer kerajaan di Bangkok pada 23 Mei 2014. Tentara Thailand mengatakan pada 23 Mei bahwa 155 tokoh, termasuk Yingluck dan para pemimpin pemerintah yang digulingkan, dilarang meninggalkan negara itu tanpa izin setelah kudeta militer. (AFP PHOTO/Christophe ARCHAMBAULT)

TRIBUNNEWS.COM, BANGKOK - SEORANG menteri Thailand yang tinggal di pengasingan membentuk kelompok untuk menentang pemerintah militer yang mengambil alih kekuasaan lewat kudeta bulan lalu.

Charupong Reuangsuwan adalah satu-satunya menteri yang berhasil melarikan diri dan tinggal di pengasingan.

Ia menyebut kudeta -yang dilakukan militer setelah protes antipemerintah selama berbulan-bulan- sebagai tindakan yang berlebihan dan "pencurian besar".

Organisasi Pembebasan Warga Thailand untuk HAM dan Demokrasi (Seri Thai) ditujukan untuk "memulihkan dan memperkuat demokrasi Thailand, kata Charupong.

Dalam satu pernyataan yang ditujukan untuk warga Thailand dan dikirim melalui emailsurat elektronik ke para wartawan, Reuangsuwan mengatakan,"Ini merupakan bukti tragis bahwa Thailand telah kembali, sekali lagi, ke siklus jahat pemerintahan diktator absolut."

Ia menuduh junta militer mencuri kedaulatan rakyat dengan mengambil alih kekuasaan dari pemerintahan sipil terpilih yang dipimpin oleh partai Charupong, Partai Puea.

Kepemimpinan militer berjanji untuk kembali ke demokrasi namun setelah melakukan perombakan reformasi sistem politik. Namun Charupong menuduh militer bermaksud menciptakan "struktur boneka baru" untuk "elemen antidemokrasi".

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini