Sudah 50.000 pegawai negeri India yang mendaftar dalam masa uji coba situs.
Pemerintah India mulai mengoperasikan sebuah situs nasional untuk memonitor kehadiran para pegawai negeri.
Begitu satu kantor pemerintah mendaftar di situs tersebut -yang saat ini masih dalam tahap uji coba- maka setiap pegawai yang ke luar dan masuk akan tercatat dengan menggunakan sidik jari dan nomor identitas.
Grafik tentang kehadiran di situs akan memperlihatkan berapa banyak pegawai yang berada di dalam kantor setiap menitnya dalam satu hari.
Para wartawan mengatakan situs ini sebagai bagian dari prakarsa Perdana Menteri Narendra Modi untuk menegakkan disiplin yang lebih tinggi di kalangan pegawai negeri India
Hampir 50.000 pegawai negeri sudah menggunakan situs attendance.gov.india itu sejak diujicoba dua bulan lalu dan sekitar 10.000 akan ditambahkan sebelum diluncurkan secara resmi dalam waktu beberapa bulan mendatang.
Pekan lalu, Modi mengharuskan semua pegawai negeri ikut dalam pembersihan secara massal kantor-kantor pemerintah, yang di beberapa tempat berbau pesing dan banyak sampahnya.
Bulan Agustus 2014 terungkap seorang guru, Sangeeta Kashyap, yang diangkat sebagai guru di negara bagian Madya Pradesh ternyata absen selama 23 tahun terakhir.
Berita Populer
-
-
Putin: Rusia Sudah Uji Rudal Oreshnik di Ukraina, Militer Kyiv Kalah Jauh
-
Zelenskyy Kirim Surat Terbuka ke Putin, Tawari Pertemuan Langsung dan Gencatan Senjata
-
Ancaman Ebola Ganggu Piala Dunia 2026, Republik Demokratik Kongo Tawarkan Laga Tanpa Penonton
-
5 Populer Internasional: DPR AS Batasi Perang Iran - Trump Bicara Kemungkinan Bertemu Mojtaba
-
Media Asing Soroti 2 Pejabat Tinggi Indonesia Ditangkap dalam 2 Hari, Ujian Janji Antikorupsi?
Berita Terkini
-
Ukraina Ungkap Rusia Mau Lanjut Perang hingga Tahun 2027 atau 2028
-
Trump Sesumbar, AS Bisa Ambil Uranium Iran Tanpa Perjanjian
-
Putin: Rusia Sudah Uji Rudal Oreshnik di Ukraina, Militer Kyiv Kalah Jauh
-
Zelenskyy Kirim Surat Terbuka ke Putin, Tawari Pertemuan Langsung dan Gencatan Senjata
-
Ancaman Ebola Ganggu Piala Dunia 2026, Republik Demokratik Kongo Tawarkan Laga Tanpa Penonton
Baca tanpa iklan