News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pemerintah Korea Utara Bikin Uang Dolar Palsu

Editor: Dewi Agustina
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Dari kanan ke kiri: Cheol Hwan Kang, warga Korea yang selamat melarikan diri dari tahanan Korea Utara, Mr. K, mantan mata-mata Korea Utara yang membelot ke Korea Selatan.

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Pemerintah Korea Utara membuat uang palsu sampai tahun 1990-an lalu disebarkan lewat 35 kantor perwakilannya yang ada di dunia termasuk kantor perwakilannya yang ada di Indonesia.

"Penerbitan uang palsu dilakukan Pemerintah Korea Utara hingga tahun 1990-an tapi kini saya tak tahu apakah tetap melakukan atau tidak. Yang pasti Pemerintah Korea Utara saat ini pun kesulitan dana sehingga mungkin saja membuat uang palsu lalu disebarkan ke 35 kantor perwakilannya yang ada di dunia, kemudian uang yang asli dibawa pulang ke Korea Utara," kata Mr K, spy (mata-mata) senior Korea Utara yang tahun 1990an sudah membelot pindah ke Korea Selatan, Rabu (15/4/2015) menjawab pertanyaan Tribunnews.com di klub wartawan asing Jepang.

Mr K tak ingin nama lengkapnya dipublikasikan. Dia juga meminta wajahnya disamarkan agar tak ketahuan masyarakat luas.

Kegiatan mata-mata Korea Utara ke berbagai belahan dunia. Sepasang suami istri pernah menjadi mata-mata Korea Utara di Korea Selatan, dengan istri warga Jepang, tetapi memalsukan jati dirinya seolah warga Malaysia keturunan Tiongkok.

"Pasangan ini buka restoran Malaysia di Korea Selatan. Mereka pernah tinggal di Malaysia beberapa tahun lalu pindah ke Korea Selatan menjadi mata-mata Korea Utara. Tahun 1990 saya mencoba menyelamatkannya memulangkan ke Korea Utara karena identitasnya terbongkar di sana dan berhasil pulang ke Korea Utara dengan baik," tambahnya.

Korea Utara sampai saat ini masih memalsukan uang 100 dolar Amerika yang terbaru dengan teknologi sangat canggih.

"Dolar baru yang palsu itu sangat sulit sekali dideteksi karena memang canggih. Di money laundering termasuk di Indonesia lalu dibawa kembali ke Korea Utara," ungkap sumber Tribunnews.com lainnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini