News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

PT Roki Indonesia Dapat Pinjaman 17,5 Juta Dolar AS dari JBIC

Editor: Dewi Agustina
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Situs Roki Co.Ltd. Japan

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Bank Kerjasama Internasional Jepang (JBIC), Senin (8/6/2015) mengabulkan permintaan pinjaman kredit usaha ROKI Holdings yang bermarkas di Hamamatsucho, Perfektur Shizuoka dengan President Takaya Shimada. Pinjaman ini juga bersamaan lembaga finansial swasta lainnya. Jumlah pinjaman dari JBIC sebesar 17,5 juta dolar AS.
     
"Dana tersebut untuk anak usaha ROKI yang ada di Indonesia didirikan September 2001 dengan nama PT Filtech Indonesia. Tetapi sejak April 2011 berubah nama menjadi PT Roki Indonesia," ungkap sumber Tribunnews.com, Senin (8/6/2015).

Lokasi perusahaan dan pabrik berada di Kawasan Industri MM2100 Blok JJ-3-1 Cikarang Barat, Bekasi 17520, Jawa Barat Indonesia.

Permintaan akan pasokan suku cadang mobil khususnya filter pendingin kendaraan bermotor cukup besar saat ini. Suku cadang itulah yang dibuat Roki di Indonesia. Untuk pengembangan usaha dan produksi lebih lanjut dibutuhkan dana tambahan sehingga pinjaman dari antara lain JBIC ini sangatlah membantu pihak Roki untuk pengembangan usaha lebih lanjut di Indonesia. Sekaligus memberikan peningkatan daya saing internasional nantinya.

Pihak JBIC pun menekankan pula bahwa sebagai lembaga finansial, dengan berbagai variasi proyek khususnya yang ada di Indonesia, dengan berbagai formasi serta fungsi pengambilan risiko finansial yang ada, sekaligus menggerakkan teknik finansial, diharapkan dapat ikut dalam pengembangan bisnis luar negeri bagi perusahaan Jepang.

"Termasuk usaha kecil menengah seperti Roki, akan menjadi perhatian besar bagi JBIC di masa mendatang," kata sumber Tribunnews.com di JBIC.
 
Berapa besar suku bunga pinjaman dari JBIC tersebut tidak diumumkan. Namun dari berbagai sumber yang ada diperkirakan sangat rendah di bawah 2 persen per tahun.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini