Laporan wartawan Tribunnews.com, Ruth Vania Christine
TRIBUNNEWS.COM - Lagi-lagi pemburu hewan liar jadi sasaran kecaman massa.
Pemburu hewan besar Sabrina Corgatelli dan Aaron Neilson baru saja memamerkan jerapah hasil buruan mereka, yang diserbu komentar negatif.
Namun, Aaron menentang pernyataan bahwa aksi dan hobi mereka itu mengancam keberadaan hewan dilindungi, melainkan justru membantu konservasi hewan-hewan tersebut.
"Berburu adalah satu-satunya cara untuk membiayai konservasi hewan liar di penjuru Afrika," katanya pada ABC News.
Menurut pengakuannya, para pemburu hewan besar biasanya membayar taman-taman nasional hingga ribuan dolar untuk bisa berburu singa dan hewan-hewan liar lainnya.
"Taman-taman itu menjadi ada pendapatannya, sehingga mereka bisa memberikan perlindungan terhadap hewan yang kehilangan habitat dan dari perburuan liar."
Keduanya menjadi target ancaman setelah Sabrina mengunggah foto di Facebook dan Instagram-nya, memperlihatkan ia dan seekor jerapah yang kepalanya tersungkur.
"Hari kedua, aku mendapatkan jerapah tua. Hewan yang luar biasa! Aku sangat senang," tulis Sabrina pada keterangan foto unggahannya itu.
Merespon segala komentar negatif yang memenuhi foto unggahannya, Sabrina hanya berkata jerapah sebenarnya adalah hewan berbahaya dan bisa melukai orang.
ABC News/The Guardian
Baca tanpa iklan