News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Rupiah Melemah

Tunggu Data Indikator Ekonomi AS, Dollar AS Melemah Tipis

Penulis: Ruth Vania C
Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

BELI DOLAR - Masyarakat membeli 60 ribu dolar walaupun harga dolar menembus Rp 14.000/perdolar di penukaran uang Jalan Kwitang, Jakarta Pusat, Senin(24/8/2015). Masyarakat membeli dolar untuk membayar kebutuhan bisnis, perjalanan luar negari dan kebutuhan bayar lainnya. Warta Kota/henry lopulalan

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Nilai dollar AS merosot tipis terhadap mata uang Asia pada Senin (28/9/2015), sembari fokus tertuju pada penantian hasil data indikator perekonomian AS dan survey Tiongkok, yang akan diumumkan pada Jumat (2/10/2015) mendatang.

Padahal, sebelumnya Senin ini nilai dollar sempat terdongkrak bersamaan dengan semakin ramai ekspektasi bahwa The Fed akan menaikkan suku bunganya 2015 ini.

Indeks dollar AS terpantau melemah tipis menjadi 96,243, setelah awal Senin ini sempat mengalami kenaikan 0,2 persen menginjak angka 96,328.

Dikutip dari Reuters, indeks dollar sempat terus menanjak setelah bos The Fed, Janet Yellen, mengatakan bahwa kemungkinan kenaikan suku bunga akan diberlakukan pada akhir 2015 mendatang.

Kenaikan akan terjadi selama inflasi masih terpantau stabil dan perekonomian AS cukup kuat, seperti yang dikatakan oleh Janet dikutip oleh Wall Steet Journal.

Namun, ternyata kepercayadirian Janet akan ekspektasi inflasi itu tetap tidak menghapus keraguan akan kapan kenaikan suku bunga akan dilakukan serta keadaan ekonomi Tiongkok.

"Ada banyak alasan mengapa (investor) semestinya tak melakukan apapun sampai dua hasil data tersebut diumumkan," kata kepala Barclays Asia-Pacific FX di Singapura, Mitul Kotecha. (Reuters/Wall Street Journal)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini