TRIBUNNEWS.COM, PYONGYANG - Masih mendapat sanksi gara-gara tes nuklir, Korea Utara (Korut) malah memilih tetap melakukan operasi yang terbilang nekat.
Negara itu dikabarkan meluncurkan sebuah satelit ke luar angkasa menggunakan roket pada Minggu (7/2/2016).
Dikatakan nekat, sebab negara pimpinan Kim Jong-un itu masih mendapat sanksi akibat uji nuklir Januari 2016 lalu yang dianggap mengancam keamanan internasional.
Korut mengorbitkan sebuah roket yang membawa satelit Kwangmyongsong-4, yang dikonfirmasi peluncurannya berjalan sukses.
Televisi Korut juga dikatakan sempat menyiarkan peristiwa peluncuran roket tersebut, di mana Kim Jong-un tampak hadir ditemani para jenderalnya.
Peluncurannya baru diketahui setelah komando strategis AS dan Korea Selatan mengatakan pihaknya mendeteksi keberadaan sebuah roket yang tengah mengorbit.
Hal tersebut dikatakan membuat negara-negara sekitarnya dan AS kesal, karena meyakini peluncuran satelit itu hanya kedok uji coba roket balistik Korut.
Namun, pihak Korut mengatakan bahwa misi tersebut hanya bertujuan untuk mengorbitkan satelit untuk kebutuhan observasi bumi.
Korut telah mendapat kecaman dari dunia internasional setelah melakukan uji bom nuklir pada 6 Januari lalu.
Hal itu berkaitan dengan keputusan PBB pada 2006 yang melarang Korut untuk melakukan segala bentuk uji atau peluncuran roket balistik. (Reuters/SpaceFlight Insider)
Baca tanpa iklan