TRIBUNNEWS.COM, Tel Aviv - Empat warga Israel tewas dan beberapa orang terluka dalam kejadian penembakan di Kementerian Pertahanan dan pasukan inti markas di Tel Aviv.
Peristiwa itu terjadi pada Rabu (8/6/2016) malam di pasar Sarona, sebuah area dengan restoran dan kafe.
Setidaknya lima orang korban terluka dalam aksi penembakanitu dibawa ke Ichilov Hospital.
Diduga aksi penyerangan ini buntut Israel menutup izin masuk untuk 83,000 Palestina selama bulan Suci Ramadan.
Polisi Israel awalnya mengatakan bahwa hanya ada satu penyerang, tapi Meirav Lapidot, juru bicara Kepolisian, kemudian mengatakan bahwa terdapat dua penyerang.
Kedua penyerang itu pun telah ditangkap aparat.
Salah satu penembak dibawa untuk diinterogasi dan satunya lagi terluka dan harus dibawa ke rumah sakit.
Penyerang menyamar
Polisi mengatakan para penyerang adalah dua warga Palestina, kakak beradik dari kota Yatta, selatan kota Hebron, di tepi Barat.
Koran Haaretz melaporkan bahwa para penyerang menyamar sebagai ultra Ortodox Yahudi.
Sejak Oktober tahun 2015, terjadi peningkatan ketegangan di wilayah pendudukan Palestina dan Israel.
Di semester pertama tahun 2016, serangan Palestina telah membunuh 32 Israel dan dua warga negara AS.
Sebaliknya, pasukan-pasukan Israel telah menembak mati setidaknya 196 warga Palestina. (Al-Jazeera)
Baca tanpa iklan