News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tiongkok Sibuk Pantau Dua Kapal Induk Amerika di Laut Cina Selatan

Penulis: Ruth Vania C
Editor: Adi Suhendi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kapal Induk Amerika Serikat di Laut Cina Selatan. (NDTV)

Laporan Wartawan Tribunnews, Ruth Vania

TRIBUNNEWS.COM, BEIJING - Tiongkok dikabarkan sedang sibuk memantau dua kapal induk yang dikirim berlayar ke Laut Cina Selatan oleh Amerika Serikat (AS).

Kapal-kapal induk itu, USS John C Stennis dan USS Ronald Reagan, dikirim demi melancarkan operasi penerbangan ganda AS di perairan internasional.

Selama pelayarannya di Laut Tiongkok Selatan, kapal-kapal induk AS itu selalu dibuntuti setidaknya satu kapal Tiongkok.

"Hampir rutin kami melihat kapal-kapal AL Tiongkok melintas di Laut Tiongkok Selatan," kata komandan operator USS Ronald Reagan, Marcus Hitchcock.

Bahkan, menurut Hitchcock, kapal AS dalam jangka waktu 24 jam dalam seminggu selalu menjalin kontak visual secara konstan dengan kapal Tiongkok.

Namun, Hitchcock mengatakan belum pernah ada konflik terjadi dalam komunikasi dan kontaknya selama itu dengan kapal-kapal Tiongkok.

"Dibuntuti seperti itu menurut saya tak begitu mengganggu, sebab mereka menjalin komunikasi baik dengan kami dan tak pernah mengganggu operasi kami," katanya.

Kesempatan untuk berlayar di Laut Tiongkok Selatan itu digunakan AS untuk latihan tempur, melalui pengoperasian teknologi milik Angkatan Laut AS yang modern.

Apa yang dialami dua kapal induk AS itu kontras dengan yang telah dikhawatirkan sejumlah negara anggota ASEAN.

Sengketa atas Laut Cina Selatan dianggap telah menimbulkan potensi gangguan stabilitan, keamanan, dan kedamaian di perairan itu.

Bahkan, sengketa di kalangan sejumlah negara anggota ASEAN itu dikhawatirkan dapat menimbulkan konfrontasi angkatan bersenjata.

Sedangkan belum lama ini Tiongkok protes atas aksi penembakan yang dilakukan TNI AL terhadap sebuah kapal nelayan Tiongkok di Perairan Natuna.

Menteri Luar Negeri Tiongkok mengatakan bahwa aksi TNI AL itu merupakan penyalahgunaan kekuatan pasukan militer. (Washington Post/News.com.au)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini