News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pendatang Ilegal dari Indonesia Salah Satu Terbanyak di Jepang Saat Ini

Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Grafik kenaikan jumlah Ilegal asing sejak tahun 2014 terus bertambah hingga kini

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Jumlah pendatang ilegal asing yang berada di Jepang saat ini salah satunya yang terbanyak dari Indonesia dan jumlahnya terus bertambah sejak dilakukan visa bebas (e-passport) ke Jepang sejak akhir tahun 2014.

"Ada enam negara yang jumlah pendatang ilegalnya semakin banyak masuk ke Jepang salah satunya memang Indonesia," ujar sumber Tribunnews.com Rabu ini (29/6/2016).

Keenam negara terbanyak pendatang ilegal saat ini masuk Jepang menurutnya adalah Korea, China, Thailand, Filipina, Vietnam, Taiwan.

"Jumlahnya terus meningkat sejak tahun 2014," katanya.

Oleh karena itu pihak imigrasi Jepang akan semakin aktif menghimbau kepada negara-negara tersebut untuk kerjasama agar pemerintah masing-masing mengimbau rakyatnya yang ilegal di Jepang segera pulang ke negaranya masing-masing secara sukarela.

Apabila hal ini tidak juga diindahkan maka mereka para pendatang ilegal dipastikan akan masuk penjara dan sulit ke luar dari penjara.

Tetapi kalau dengan sukarela segera menyerahkan diri ke pihak imigrasi Jepang untuk pemulangan, maka akan segera diproses pemulangan tersebut dan diminta dibantu oleh kedutaan negara masing-masing.

Cara pemulangan para pendatang ilegal dapat dilihat pada situs imigrasi Jepang yang tertulis secara rinci cara pemulangan para ilegal yang dilakukan secara sukarela.

Menurut data imigrasi Jepang para imigran ilegal pada tanggal 1 Januari 2016 sekitar 63.000 orang. Sedangkan tahun 2014 hanya sekitar 59.000 orang.

Paling banyak ilegal terutama dari Korea saat ini yaitu sekitar 13.000 orang.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini