News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Seorang murid berpredikat sangat baik merasa dikorbankan dengan tuduhan ‘curang’

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Sebuah badan penguji mempertahankan keputusannya mendiskualifikasi seorang siswa berpredikat sangat baik untuk tiga perempat bagian tes sosiologi-nya.

Fabienne Ruttledge (18 tahun) dikirimkan tiga dari empat pertanyaan di sebuah grup WhatsApp pada pagi hari tes berlangsung.

Dia berkata dia merasa dikorbankan dengan tidak adil karena orang-orang lain di grup tersebut tidak mendapat hukuman.

Badan penguji AQA (Assessment and Qualifications Alliance) berkata akan mendiskualifikasi yang lain jika ada ‘bukti jelas’ terhadap mereka.

Namun Fabienne, dari Essex, tetap pada pendiriannya dia tidak melakukan sesuatu yang salah dan khawatir jika hal ini akan mempengaruhi kesempatan kerja dan pilihan universitas-nya.

"Di hari tes berlangsung seseorang memuat pertanyaan-pertanyaan itu di grup," dia berkata.

"Saya menghiraukannya, saya pikir itu dibuat untuk membuat enggan orang-orang, seperti sebuah sabotase."

Pertanyaan-pertanyaan itu dipercaya muncul dari seorang siswa yang mengerjakan tes terlebih dahulu akibat jadwal yang bentrok.

Situs AQA berkata jika kamu sadar telah terjadi kecurangan di sebuah tes kamu seharusnya melaporkannya ke guru.

Bocoran soal dikirim lewat grup Whatsapp.

Fabienne tidak melakukannya.

AQA berkata: "Tak seorangpun yang mengikuti tes kami mendapatkan keuntungan tidak adil, sehingga kami akan secermat mungkin menyelidiki tuduhan kecurangan dan hanya akan mengambil tindakan jika ada bukti nyata terhadap individu tertentu.”

"Saran kami kepada setiap siswa yang menerima detil-detil bocoran sebuah tes untuk melaporkannya ke guru sesegera mungkin.”

Fabienne berkata dia tidak mendapat keuntungan yang tak adil karena dia tidak menganggap pesan itu dengan serius dan berkata itu tidak mempengaruhi waktu revisi final-nya.

"Saya tidak curang," dia yakin. "Saya tidak meminta orang itu untuk pertanyaan-pertanyaan itu. Saya ada di grup ini hanya untuk tujuan revisi tugas saya.”

"Bukan salah saya, saya ada di situ, tempat itu yang salah.“

Badan penguji menganjurkan para murid untuk melaporkan bentuk kecurangan apapun ke guru.

Dia meminta AQA mengganti keputusan mereka.

"Kami semua memiliki pesan yang sama yang dikirimkan ke ponsel kami, namun AQA hanya memberi penalty empat dari 40 orang," dia mengklaim.

AQA berkata yang lain juga ikut dihukum dan Fabienne berhak mengulang tes.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini