Jejak Soekarno di Meksiko
Jejak soekarno di Meksiko dan lukisan karya Diego Rivera
Editor:
Rachmat Hidayat
TRIBUNNEWS.COM,MEKSIKO- Pada tahun 1959 Presiden Pertama Republik Indonesia Soekarno, meresmikan sekolah Escuela de la Republica Indonesia di Tacuba, Mexico City.
Tercatat dalam sejarah, hubungan bilateral Indonesia dengan Meksiko hingga saat ini berlangsung baik dan konstruktif pasca pembukaan hubungan kedua negara 6 April 1953.
Menurut salah seorang staf KBRI di Meksiko ada dua juga sekolah Indonesia di Cuiculico. Hingga kini hubungan baik Indonesia dengan Meksiko tercermin dari berbagai kegiatan, saling kunjung antar kepala negara.
Antar pejabat tinggi, parlemen, pengusaha, akademisi dan punlik lainnya. Kemudian penandatanganan MoU di berbagai bidang. Termasuk ekonomi, serta peningkatan kerjasama tekhnis dan pembangunan.
Sejak 27 September 2016 kemarin, parlemen Indonesia berkesempatan melakukan kunjungan kerja ke Meksiko.
Kunjungan Muhibah yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPR, Fadli Zon.Serangkaian kegiatan dilakukan.
Salah satunya menyaksikan terbentuknya Komunitas Persahabatan Meksiko Indonesia.
Bertemu dengan politisi perempuan Meksiko yang dalam waktu satu bulan ke depan akan menjadi pimpinan parlemen (Ketua DPR) Meksiko, Maria Guadalupe.
Dalam pertemuannya dengan Maria Guadalupe, Fadli Zon berharap hubungan kedia negara Meksiko dan Indonesia dapat ditingkatkan kembali di berbagai sektor.
Di sela-sela kunjungan ke Meksiko, rombongan juga menyempatkan mengunjungi museum seniman terkenal, Frida Kahlo.
Bernama lengkap Frida Kahlo de Rivera,lahir di Coyoacan, Meksiko. Kini,rumahnya yang dijadikan museum dikenal sebagai Blue House.
Berbagai peninggalan milik Frida tersimpan rapi di dalam museum itu. Termasuk abu janazah Frida yang meninggal pada13 Juli 1954. Frida lahir pada 6 Juli 1907.
Di meseum milik Frida kemudian seakan mengungkap jejak Bung Karno. Adalah Diego Rivera, lelaki yang dinikahkan Frida Kahlo pada tahun 1929.
Singkat cerita, Wakl Ketua DPR Fadli Zon yang juga dikenal sebagai sejarawan ini bercerita, Soekarno atau Bung Karno mengagumi salah satu lukisan karya Rivera, Gadis Melayu.
Pada bulan Agustus lalu lukisan Gadis Melayu ini sempat di pamerkan di Galeri Nasional bersama dengan beberapa lukisan bersejarah lainnya.
"Yang pada akhirny Soekarno (Bung Karno) bisa membawa lukisan itu ke Indonesia. Padahal lukisan itu dilindungi oleh Undang-undang Meksiko,"ujar Fadli.
Dari sejarah kemudian terungkap, cerita Fadli Lagi, Presiden Soekarno saat itu berhasil merayu Presiden Meksiko, Lopez.
"Bagi orang Meksiko karya-karya Rivera adalah aset bangsa," tutur Fadli Zon.