News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Korea Utara Ketahuan Pasok Senjata Kimia ke Suriah

Penulis: Ruth Vania C
Editor: Adi Suhendi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Dewan Keamanan Wilayah Kurdistan (KRSC) meninjau lokasi pemboman senjata kimia antara Mosul, Irak dan perbatasan Suriah (14/3/2015).

Laporan wartawan Tribunnews.com, Ruth Vania

TRIBUNNEWS.COM, PYONGYANG - Ternyata Korea Utara diketahui selama ini memasok senjata kimia ke Suriah dan terlibat dalam penggunaannya.

Informasi itu didapat dari sebuah laporan rahasia yang diterima Dewan Keamanan PBB awal Agustus lalu.

Laporan itu menyebutkan bahwa Korea Utara telah melakukan dua kali pengiriman senjata kimia kepada sebuah badan pemerintahan Suriah.

Dikatakan, pengiriman tersebut sempat dicegat dalam enam bulan terakhir.

Baca: Lima Wanita Dibakar Hidup-hidup Karena Dituduh Penyihir

Namun, tidak disebutkan soal detail kapan dan di mana pengiriman itu sempat ditangani, serta apa barang yang dikirimkan.

"Dewan sedang menyelidiki adanya kerja sama persenjataan bahan kimia terlarang, rudal balistik, dan senjata konvensional antara Suriah dan Korea Utara," demikian isi laporan itu.

Baca: Kakek 76 Tahun Menangkan Kontes Ketampanan di Brasil, Seperti Ini Tampangnya

Menurut laporan tersebut, pengiriman dilakukan sebagai bagian dari kontrak Korea Mining Development Trading Corporation (KOMID) dengan pihak Suriah.

KOMID dimasukkan dalam daftar hitam oleh Dewan Keamanan PBB pada 2009.

Perusahaan tersebut juga dianggap sebagai pemasok utama persenjataan seperti rudal balistik dan senjata konvensional Korea Utara.

Tak hanya soal kontrak tersebut, tim ahli PBB juga menyelidiki kerja sama Korea Utara dan Suriah dalam program rudal Scud Suriah, serta pemeliharan dan perbaikan sistem pertahanan udara rudal Suriah.

Penyelidikan juga dilakukan atas penggunaan racun VX di Malaysia dalam kasus pembunuhan kakak tiri Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, Kim Jong Nam, pada Februari.

Perwakilan Korea Utara dan Suriah untuk PBB belum memberikan tanggapan apapun terkait laporan tersebut. (CNBC/Reuters)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini