News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

China Marah Tidak Perpanjang Kontrak Swap Mata Uangnya Dengan Korea

Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Mata uang Korea

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Pemerintah China tampaknya marah atau tidak senang sehingga tidak memperpanjang kontrak swap mata uang asingnya dengan Korea Selatan yang akan berakhir malam ini (11/10.2017) dan tak ada perpanjangan.

"China tampaknya sangat tidak senang dengan penempatan peralatan anti peluru kendali sangat canggih Thaat di Korea Selatan untuk mengantisipasi perang dengan Korea Utara. Sistim interceptor rudal tercanggih AS itu dengan mudah dapat menjatuhkan rudal Korut bisa dianggap membahayakan," papar sumber Tribunnews.com Rabu ini (11/10/2017).

Perjanjian swap, pertukaran segera mata uang asing dalam keadaan emergency sebesar 360 miliar RMB (sekitar 6,1 triliun yen) apabila kekurangan mata uang asing karena misalnya pasar finansial bergejolak, tidak diperpanjang China hingga Rabu siang ini (11/10/2017) padahal berakhir malam ini (11/10/2017).

Pembicaraan memang dilakukan kedua pihak tetapi tetap saja tak ada kesamaan pendapat hingga Rabu pagi ini dan tidak ada kesepakatan perpanjangan, tambahnya lagi.

Namun Kepala Bank of Korea, Lee Joo-yul, mengungkapkan bahwa konsultasi akan terus berlangsung meskipun telah lewat nantinya batas akhirnya.

Korea Selatan juga tidak memperpanjang perjanjian swapnya dengan Jepang Februari 2017 karena hubungan kedua negara semakin memburuk saat itu.

Apabila kesepakatan kerjasama swap tidak diperpanjang dengan China diperkirakan pasar finansial dunia akan bergolak dalam waktu dekat ini.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini