Laporan wartawan tribunnews.com, Wahyu Firmansyah
TRIBUNNEWS.COM - Kontradiksi konflik Israel-Palestina selalu terjadi, tetapi minggu ini merupakan yang terparah, ketika Amerika Serikat membuka kedutaannya di Yerusalem dan kelompok militan Hamas merencanakan protes pada saat yang sama dan berubah menjadi mematikan.
Pada hari Senin, ratusan pejabat Amerika dan Israel berkumpul di sekitar panggung yang dibangun khusus di kedutaan yang baru ditunjuk.
Di Gaza, ribuan orang Palestina mendekat keperbatasan dan pasukan Israel melepaskan tembakan.
Otoritas kesehatan Gaza mengatakan setidaknya 60 warga Palestina tewas dan lebih dari 1.300 orang menderita luka tembak, dilansir NPR, Sabtu (19/5/2018).
Para pejabat AS mengatakan perbatasan belum ditentukan, tetapi Israel mengatakan sebaliknya.
Pada pembukaan kedutaan, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengulangi pandangan pemerintahnya bahwa Yerusalem adalah "ibu kota Israel yang abadi dan tak terbagi."
Baca tanpa iklan