News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tarian dan Makanan Khas Indonesia Pukau Warga Jepang di Kofu Yamanashi

Editor: Dewi Agustina
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Tarian Indonesia berhasil memukau para penonton warga Jepang di Kofu Perfektur Yamanashi, Minggu (14/10/2018).

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo di Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Tarian Indonesia dan makanan Indonesia ternyata berhasil memukau warga Jepang dalam festival internasional pintu utara Stasiun Kofu Perfektur Yamanashi yang berlangsung Minggu (14/10/2018) hingga sore hari.

"Alhamdullillah pertunjukan tari kita berhasil memukau warga Jepang dan kalangan turis asing lain yang berkumpul. Ramai sekali sejak pagi hingga sore ini di depan pintu utara Stasiun Kofu Yamanashi," kata Maya Yuliandri kepada Tribunnews.com, Minggu (14/10/2018).

Pihak Indonesia membuka stan untuk masakan Indonesia gado-gado, sate dan bakso.

Setelah itu menampilkan Tari Kecak pada acara kokusai festa (international festival) dengan banyak negara lain berpartisipasi seperti Brazil, Peru, Vietnam, Thailand.

Baca: Anjar Dengar Suara Benturan Keras saat Kecelakaan Bus Pariwisata yang Menewaskan 7 Orang

"Umumnya orang yang berjualan adalah mereka yang menetap di sini di Yamanashi, baik karyawan maupun para pelajar dan mahasiswa," lanjutnya.

Kedai makanan Indonesia dan para WNI menyambut kedatangan tamu dalam festival internasional pintu utara Stasiun Kofu Perfektur Yamanashi yang berlangsung Minggu (14/10/2018) hingga sore hari.

Jumat (12/10/2018) tim dari Indonesia juga mendapat bantuan dari KBRI Tokyo berupa kostum untuk tarian Indonesia.

"Syukurlah kita dapat pinjaman dari KBRI," ungkapnya.

Diperkirakan sekitar 1000 orang hadir dalam acara festival internasional tersebut.

Keramaian itu semakin membuat meriah suasana di berbagai stan yang ada khususnya di stan Indonesia.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini