TRIBUNNEWS.COM - KasusĀ Jamal Khashoggi kini memasuki babak baru.
Intelijen Amerika Serikat (AS) dilaporkan menyadap percakapan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman alias MBS.
MBS membahas tentang Jamal Khashoggi kepada ajudannya satu tahun sebelum sang jurnalisĀ dibunuh pada 2 Oktober 2018.
Badan intelijen AS seperti Dinas Keamanan Nasional menyadap percakapan para pemimpin dari seluruh dunia, termasuk sekutunya.
Percakapan itu terjadi pada September 2017 antara MBS dengan si ajudan, Turki Aldakhil.
Putra Mahkota berusia 33 tahun itu mengatakan, jika Khashoggi tidak bersedia kembali ke Saudi secara sukarela, dia harus dibawa dengan paksa.
Jika kedua cara tersebut tidak berhasil, MBS bakal mengejar jurnalis berusia 59 tahun itu dan menggunakan "peluru" kepadanya. HALAMAN SELANJUTNYA>>>
Baca tanpa iklan