News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Amerika Serikat Sisakan 200 Tentaranya di Suriah

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Malvyandie Haryadi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kapal induk Amerika Serikat

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON - Gedung Putih Amerika Serikat (AS) mengumumkan sekitar 200 tentara Amerika di Sutiah, akan tetap tinggal sebagai pasukan penjaga perdamaian.

Hal ini seiring dengan keputusan Presiden Trump yang mengumumkan pada Desember lalu, bahwa ia akan menarik semua kekuatan, yakni 2.000 tentara dari Suriah, karena dianggap ISIS telah tahkluk.

Demikian disampaikan Sarah Huckabee Sanders, Sekretaris pers Gedung Putih, Kamis (21/2/2019).

"Sekelompok penjaga perdamaian berjumlah sekitar 200 akan tetap di Suriah," ujar Sanders seperti dilansir The News York Times.

Namun ia tidak merinci pasukan mana yang akan tetap berada di Suriah bersama pasukan penjaga perdamaian lainnya di bawah Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).

Baca: 7 Tips Mendaki Gunung di Malam Hari, Usahakan Membawa Lonceng

Pasukan penjaga perdamaian PBB, umumnya mengawasi perdamaian di zona pertempuran.

Sebelumnya Trump telah mengumumkan bahwa negara itu akan menarik pasukannya dari Suriah dalam beberapa bulan ke depan.

Trump membenarkan langkah tersebut dengan menyatakan bahwa pasukannya telah mencapai tujuan mereka yakni mengalahkan Daesh atau ISIS di Suriah.

Dan kini pasukannya itu bisa kembali ke rumah.

Dikutip dari laman Sputnik News, Jumat (4/1/2019), dalam pertemuan kabinet di Gedung Putih beberapa hari lalu, Trump mengatakan dirinya mendukung keputusan untuk menarik pasukan AS dari Suriah.

Pada saat yang sama, ia juga mengisyaratkan kesiapan pasukannya untuk melindungi pasukan Kurdi yang didukung AS, ditengah penarikan tersebut.

Pernyataannya itu disampaikan beberapa hari setelah media setempat The New York Times mengutip pernyataan dua pejabat pemerintah AS yang tidak disebutkan namanya.

Keduanya mengatakan bahwa Trump akan memberi Pentagon waktu sekitar empat bulan untuk menarik pasukan AS dari Suriah.

Namun Trump mengaku tidak pernah menyampaikan hal itu. (The New York Times/AP/Reuters)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini