TRIBUNNEWS.COM, KABUL - Pejuang Taliban yang telah merebut Afghanistan kini memiliki peran baru sebagai polisi. Mereka melakukan patroli di pelosok kota dan penegakan hukum terhadap tindak kejahatan.
Dalam gambar yang diambil pada 3 Oktober 2021, pejuang Taliban yang bekerja sebagai polisi memeriksa penumpang di sebuah pos pemeriksaan jalan di Kabul. - Pasukan polisi baru Taliban sudah menghitung sekitar 4.000 orang di ibukota, kata seorang juru bicara polisi Kabul, bersikeras kota itu jauh lebih aman daripada sebelumnya, karena kelompok garis keras membangun pasukan polisi dari awal. (Photo by WAKIL KOHSAR / AFP) (AFP/WAKIL KOHSAR)
Mereka mengklaim di bawah pengawasan Taliban, Afghanistan akan berbeda.
Dalam gambar yang diambil pada 3 Oktober 2021, pejuang Taliban yang bekerja sebagai polisi memeriksa penumpang di sebuah pos pemeriksaan jalan di Kabul. - Pasukan polisi baru Taliban sudah menghitung sekitar 4.000 orang di ibukota, kata seorang juru bicara polisi Kabul, bersikeras kota itu jauh lebih aman daripada sebelumnya, karena kelompok garis keras membangun pasukan polisi dari awal. (Photo by WAKIL KOHSAR / AFP) (AFP/WAKIL KOHSAR)
Dalam gambar yang diambil pada 3 Oktober 2021, seorang pejuang Taliban yang bekerja sebagai bagian dari pasukan polisi memeriksa penumpang di sebuah pos pemeriksaan jalan di Kabul. - Pasukan polisi baru Taliban sudah menghitung sekitar 4.000 orang di ibukota, kata seorang juru bicara polisi Kabul, bersikeras kota itu jauh lebih aman daripada sebelumnya, karena kelompok garis keras membangun pasukan polisi dari awal. (Photo by WAKIL KOHSAR / AFP) (AFP/WAKIL KOHSAR)
Diketahui, hukum Taliban kemungkinan akan diberlakukan lagi, salah satunya potong tangan bagi pencuri. Selama berkuasa di akhir 1990an, Taliban menawarkan stabilitas di Afghanistan dan menghilangkan korupsi.
Dalam gambar yang diambil pada 3 Oktober 2021, pejuang Taliban (kiri) yang bekerja sebagai polisi berjaga di samping kendaraan Humvee saat para pemuda melihat ke gerbang masuk distrik polisi di Kabul. - Pasukan polisi baru Taliban sudah menghitung sekitar 4.000 orang di ibukota, kata seorang juru bicara polisi Kabul, bersikeras kota itu jauh lebih aman daripada sebelumnya, karena kelompok garis keras membangun pasukan polisi dari awal. (Photo by WAKIL KOHSAR / AFP) (AFP/WAKIL KOHSAR)
Dalam gambar yang diambil pada 3 Oktober 2021, seorang pejuang Taliban yang bekerja sebagai bagian dari pasukan polisi berjaga di sebuah pos pemeriksaan jalan di Kabul. - Pasukan polisi baru Taliban sudah menghitung sekitar 4.000 orang di ibukota, kata seorang juru bicara polisi Kabul, bersikeras kota itu jauh lebih aman daripada sebelumnya, karena kelompok garis keras membangun pasukan polisi dari awal. (Photo by WAKIL KOHSAR / AFP) (AFP/WAKIL KOHSAR)
kelompok ini memiliki reputasi yang tidak korup, berbeda dengan pemerintahan Afghanistan yang didukung Amerika Serikat. Pemerintahan yang telah digulingkan penuh dengan aksi penyuapan, penggelapan, dan korupsi.