Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari
TRIBUNNEWS.COM, KIEV - Rusia mulai mengevakuasi seluruh karyawannya yang bekerja dalam misi diplomatik di Ukraina.
Evakuasi diplomat dilakukan satu hari setelah Kementerian Luar Negeri Rusia mengumumkan keprihatinannya terhadap keselamatan para personel diplomatiknya.
Mengutip sebuah sumber di Kedutaan Besar Rusia di Kiev, Ukraina, kantor berita Rusia TASS mengungkapkan bahwa evakuasi telah dimulai.
Dikutip dari laman Russia Today, Kamis (24/2/2022), Rusia saat ini memiliki 4 kantor diplomatik di Ukraina yang terletak di kota Kiev, Kharkov, Odessa dan Lviv.
Baca juga: Pakar: Rusia Bisa Alihkan Perdagangan ke China setelah Dapat Sanksi Ekonomi dari AS
Menurut Kementerian Luar Negeri Rusia, bangunan tersebut telah menjadi target agresi sejak 2014 lalu.
"Dalam situasi saat ini, tugas utama kami adalah menjaga diplomat Rusia dan karyawan kedutaan serta konsulat jenderal. Untuk melindungi kehidupan dan keamanan mereka, kepemimpinan Rusia memutuskan untuk mengevakuasi personel kantor luar negeri Rusia di Ukraina," kata Kementerian Luar Negeri Rusia dalam pernyataan, Selasa (22/2/2022).
Rusia bukanlah negara pertama yang memutuskan untuk mengevakuasi diplomatnya dari Ukraina.
Karena pada Selasa lalu, Bloomberg melaporkan bahwa staf diplomatik Amerika Serikat (AS) juga akan dipindahkan ke Polandia.
Sedangkan negara-negara lain telah memilih untuk menutup kedutaan mereka di Kiev, seperti Inggris, yang telah memindahkan kedutaannya ke Lviv di barat negara itu.
Baca juga: Boris Johnson Akui Sesatkan Parlemen Inggris Soal Sanksi Terhadap Miliarder Rusia Abramovich
Perlu diketahui, krisis di Ukraina dimulai pada 2014, menyusul peristiwa Maidan, saat aksi protes jalanan yang diwarnai aksi kekerasan menggulingkan pemerintah yang terpilih secara demokratis.
Hal ini menyebabkan konflik di timur negara itu, karena dua wilayah lepas dari kendali Ukraina dan memproklamirkan diri mereka sebagai Republik Rakyat Donetsk (DPR) dan Republik Rakyat Lugansk (LPR).
Kemudian pada Senin lalu, DPR dan LPR secara resmi diakui kedaulatannya oleh Rusia.
Baca juga: Kekhawatiran Perang dengan Rusia Meningkat, Ukraina akan Umumkan Keadaan Darurat Nasional
Langkah ini dilakukan saat Rusia dituduh menempatkan lebih dari 100.000 tentara di perbatasannya dengan Ukraina.
Beberapa pihak bahkan menyatakan bahwa ini merupakan bagian dari rencana Rusia untuk menyerang negara tetangganya itu.
Sedangkan Kremlin pun telah berulang kali membantah tuduhan ini.
Baca tanpa iklan